Page 455 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 APRIL 2021
P. 455

Terkait hal tersebut, Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Ida Fauziyah, memohon kepada kepala
              daerah  untuk  memastikan  perusahaan  dapat  membayarkan  THR  keagamaan  sesuai  dengan
              aturan yang berlaku.

              "Kami mohon kerja sama para kepala daerah untuk memastikan perusahaan membayar THR
              keagamaan kepada pekerja dan buruh sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan
              mewajibkan bagi pengusaha yang tidak mampu membayar THR, agar melakukan dialog dengan
              pekerja dan buruh untuk mencapai kesepakatan," ujar Ida dalam siaran pers Pembayaran THR
              2021 di YouTube Kemnaker RI, Senin 12 April 2021.

              Menurutnya, jika perusahaan tidak bisa membayarkan THR kepada pekerja dan buruh secara
              penuh atau tepat waktu, maka kondisi ini mesti dilakukan kesepahaman oleh keduanya.

              Kesepahaman,  lanjutnya,  dilakukan  perusahaan  dan  pekerja  melalui  dialog  tripartit  yang
              dilaksanakan dengan itikad baik secara kekeluargaan.

              Dialog kesepahaman tersebut juga dilakukan secara tertulis dan memuat waktu pembayaran
              THR  2021.  Selain  itu,  kesepakatan  harus  dilakukan  berdasarkan  laporan  keuangan  internal
              perusahaan yang transparan.

              "Kesepakatan ini tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR keagamaan
              tahun 2021 kepada pekerja dan buruh dengan besaran sesuai ketentuan peraturan perundang-
              undangan  dan  selanjutnya  hasil  kesepakatan  dilaporkan  kepada  Dinas  Ketenagakerjaan
              setempat," ucap Ida.

              Lebih lanjut, dia meminta para kepala daerah membentuk satuan tugas pelayanan konsultasi
              dan penegakan hukum terkait pelaksanaan THR 2021.

              Terkait  aturan  dan  permintaan  tersebut,  tertuang  dalam  SE  Menaker  RI  Nomor
              M/6/HK.04/IV/2021  tentang  Pelaksanaan Pemberian  Tunjangan  Hari  Raya  Keagamaan  tahun
              2021 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan yang dikeluarkan per 12 April 2021 dan ditujukan kepada
              para kepala daerah.

              SE Menaker mewajibkan pembayaran THR dilakukan perusahaan kepada pekerja paling lambat
              tujuh hari sebelum lebaran 2021.

              "Saya perlu sampaikan beberapa hal THR keagamaan adalah merupakan pendapatan non-upah
              yang  wajib  dibayarkan  oleh  pengusaha  kepada  pekerja  atau  buruh  paling  lama  tujuh  hari
              sebelum hari raya keagamaan tersebut tiba," pungkasnya.
























                                                           454
   450   451   452   453   454   455   456   457   458   459   460