Page 7 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 APRIL 2020
P. 7

Title          RAPAT BALEG DPR PERTIMBANGKAN NAMA BARU UNTUK RUU CIPTAKER
               Media Name     republika.co.id
               Pub. Date      28 April 2020
                              https://republika.co.id/berita/q9gqp8354/rapat-baleg-dpr-pertimbangkan -nama-baru-
               Page/URL
                              untuk-ruu-ciptaker
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive









               JAKARTA -- Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Badan Legislasi (Baleg) DPR
               pada Senin (27/4/) diwarnai dengan pertimbangan mencari nama baru untuk
               mengganti judul RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Anggota Baleg DPR dari Fraksi PDI
               Perjuangan, Arteria Dahlan, mengatakan setuju sekali apabila nama RUU Cipta Kerja
               diganti dengan RUU Kemudahan Berinvestasi.

               "Saya ini senang dengan (usulan) Pak Sarman Simanjorang tadi mengatakan ini
               bukan Cipta Kerja ini, Undang-Undang Kemudahan Berinvestasi namanya," ujarnya
               mengomentari usulan yang pertama kali dicetuskan Ketua Umum Himpunan
               Pengusaha Pribumi Indonesia, Sarman Simanjorang.

               Dahlan mengatakan alasan persetujuannya mengenai perubahan nama itu adalah
               karena materi muatan RUU Cipta Kerja tentang bagaimana menciptakan lapangan
               kerja yang seluas-luasnya sangat sedikit sekali. "Kita lihat dari klaster yang
               dihadirkan dan dari materi muatan yang hadir, ini justru terkait dengan lapangan
               kerja seluas-luasnya dan penciptaannya itu sangat sedikit sekali," ujar Arteria.

               Sementara itu, anggota Baleg DPR dari Fraksi Partai NasDem, Taufik Basari,
               menangkap keinginan pemerintah membuat payung hukum untuk kebangkitan
               ekonomi. "Ya, sebelum COVID-19 saja kita sudah agak stagnan (pertumbuhan
               ekonominya), apalagi setelah COVID-19 ini. Tentu harus ada satu percepatan-
               percepatan pembangunan yang kita bisa menciptakan lapangan kerja, kita bisa
               membangkitkan ekonomi kita lagi," katanya.

               Arteria kemudian mengusulkan Rancangan Undang-Undang tentang Kebangkitan
               Ekonomi. RUU tersebut nantinya tidak hanya memangkas regulasi yang berbelit-
               belit, namun juga mengakomodir keinginan untuk membangkitkan ekonomi dengan
               tetap menjamin hak-hak masyarakat. "Hak buruh misalnya, untuk jaminan
               kesejahteraan buruh. Kemudian hak atas tanah yang dimiliki oleh publik, termasuk
               juga masyarakat adat. Kemudian jaminan atas lingkungan hidup, kemudian para
               petani, dan sebagainya," katanya Ia ingin mengetahui apakah adanya permasalahan
               hak-hak masyarakat yang disebutkan tadi harus dikesampingkan dulu dengan
               alasan untuk membuka investasi seluas-luasnya atau justru bisa dikompromikan
               agar ikut masuk dalam pembahasan RUU Omnibus Law yang saat ini masih
               bernama RUU Cipta Kerja.




                                                       Page 6 of 173.
   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12