Page 206 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 MEI 2020
P. 206

Kemudian terkait banyaknya kendala dalam penyelesaian kasus Hak Asasi Manusia
               (HAM) berat dan kasus kekerasan seksual, Ketua MPR RI mendorong pemerintah
               dalam hal ini bersama Komisi Nasional Hak Asasi Manusia/Komnas HAM dan institusi
               hukum perlu memperhatikan Pengadilan HAM hanya dapat mengadili pelanggaran
               HAM yang berat sebagaimana diatur Pasal 1 angka 3 UU No. 26 Tahun 2000
               tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. Yang dimaksud dengan pelanggaran HAM
               berat adalah kejahatan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan (Pasal 7 UU
               26/2000), dan kasus HAM sebelum UU No.26 thn 2000 itu melalui Pengadilan HAM
               AdHoc yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden atas usul DPR.

               Bamsoet mendorong institusi hukum yang akan mengajukan proses peradilan HAM
               berat untuk memahami persyaratan subyektif ataupun persayaratan obyektif
               sebagai bukti telah terjadinya kejahatan HAM berat, agar dapat diproses sesuai
               dengan tata cara sesuai dengan hukum acara yang berlaku. Ia menghimbau jika
               ada warga yang merasa ketidakadilan terhadap suatu peristiwa yang menimpa
               mereka dapat melaporkan ke Komnas HAM dan meminta penjelasan apakah kasus
               yang terjadi merupakan kasus pelanggaran HAM atau bukan, agar upaya yang
               mereka lakukan untuk mendapat keadilan bisa diperhatikan oleh pemerintah.

               "Menghimbau terhadap pihak korban atau keluarga korban kekerasan seksual untuk
               dapat terbuka dan berani melaporkan agar pelaku dapat dijerat dengan hukum
               pidana, selama ini korban atau keluarga korban merasa malu untuk melaporkan ke
               Kepolisian. Saat ini polisi dapat melakukan tindakan kepada pelaku tanpa perlu
               menunggu adanya laporan, karena kejahatan seksual sudah tidak merupakan
               kejahatan aduan," kata Bamsoet.

               Bamsoet mendorong lembaga dan institusi hukum agar dapat melakukan langkah-
               langkah yang dapat memperbaiki kepercayaan masyarakat terhadap sistem
               peradilan kriminal maupun yang menyangkut tindak kekerasan terhadap
               perempuan, karena saat ini proses hukum terhadap kasus kekerasan seksual masih
               dinilai cukup lamban.

               Mendorong pemerintah berkomitmen dalam memberikan perlindungan hukum
               kepada korban dan saksi, dan membantu mereka dalam penyediaan fasilitas hukum
               yang memadai, juga membantu dalam mengatasi sejumlah permasalahan legal
               yang dihadapi.

               Sementara terkait rencana pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan
               Kebudayaan, yang mulai akan membuka sekolah pada Juli 2020 mendatang, Ketua
               MPR mengingatkan Kemendikbud, pemda, dan pihak sekolah memastikan
               lingkungan sekolah dalam keadaan steril, dan difasilitasi sejumlah perangkat
               kesehatan, seperti sabun cuci tangan,  hand sanitizer,  dan pemberian masker
               secara gratis bagi guru, siswa, petugas kebersihan sekolah, dan satpam sekolah.

               Mendorong Kemendikbud memikirkan upaya pencegahan Covid-19 di lingkungan
               sekolah, karena masih adanya potensi guru, siswa, petugas kebersihan, dan
               satpam, terpapar virus corona selama dalam perjalanan menuju ke sekolah. Oleh
               karena itu, Kemendikbud harus menentukan langkah antisipasi yang tepat untuk



                                                      Page 205 of 231.
   201   202   203   204   205   206   207   208   209   210   211