Page 202 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 MEI 2020
P. 202

Title          PEMERINTAH AKUI ATURAN PERLINDUNGAN ABK WNI BERANTAKAN
               Media Name     cnnindonesia.com
               Pub. Date      14 Mei 2020
                              https://www.cnnindonesia.com/internasional/20200514191712-106-503517/p emerintah-
               Page/URL
                              akui-aturan-perlindungan-abk-wni-berantakan
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny
               Rhamdani, mengakui peraturan perlindungan terhadap pekerja imigran  Indonesia
               terutama anak buah kapal (  ABK  ) pelaut dan kapal ikan masih berantakan.

               Hal itu disinggung dalam webinar yang digagas  Indonesia Ocean Justice Initiative
               terkait perlindungan ABK WNI di kapal ikan asing, Kamis (14/5).

               Tak hanya aturan yang tumpang tindih, Benny menuturkan pengaturan tata kelola
               dan kewenangan dari mulai proses perekrutan hingga penempatan juga masih
               belum jelas.

               "Carut marutnya persoalan tata kelola ABK itu disebabkan tidak adanya kejelasan
               dan ketegasan dalam pengaturan pembagian kewenangan tata kelola penempatan
               dan perlindungan ABK baik antara lembaga pemerintah maupun pihak-pihak lainnya
               yang berhak melakukan penempatan," ujar Benny.

               Sebagai contoh, Benny mengungkit banyak pihak yang bisa mengeluarkan surat izin
               penempatan ABK, seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Perhubungan,
               Kementerian Ketenagakerjaan dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran
               Indonesia (P3MI).

               Tak hanya soal penempatan, Benny mengatakan antara lembaga dan kementerian
               belum memiliki data terpadu yang terintegrasi, termasuk pihak ketiga, terkait
               perekrutan dan penempatan ABK di luar negeri.


               Ketidakjelasan tata kelola penempatan dan perlindungan ABK ini, ujar Benny, turut
               mempersulit pemerintah sendiri dalam menangani kasus yang menimpa para pelaut
               dan nelayan Indonesia yang bekerja di kapal ikan asing.


               Menurut Benny, pemerintah perlu segera menerbitkan Peraturan Pemerintah
               tentang Perlindungan Awak Kapal Niaga dan Perikanan pada pasal 64 Undang-
               Undang No.18/Tahun 2017. Peraturan itu, paparnya, seharusnya terbit paling
               lambat 22 November 2019 lalu.


               Benny menegaskan PP tersebut harus memuat aturan yang sangat jelas dan rinci
               mengenai tahap perekrutan hingga penempatan ABK seperti batas usia minimal di
               atas kapal, standar jam kerja, pemeriksaan medis ABK secara berkala di atas kapal,
               penentuan standar Perjanjian Kerja Laut sesuai prinsip HAM, standar nilai upah ABK,




                                                      Page 201 of 231.
   197   198   199   200   201   202   203   204   205   206   207