Page 199 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 MEI 2020
P. 199
"Yang aku khawatirkan penularan, karena walau jaga jarak, kita tidak pernah tahu.
Virus yang kita hadapi ini tidak kelihatan," kata Dea.
"Saat 100% karyawan masuk, kita tidak bisa menghindar, walau rajin cuci tangan.
Mungkin saja penularan itu masih terjadi. Saya pasrah saja," tuturnya.
Belum ada data resmi berapa jumlah perkantoran hingga pabrik yang menghentikan
sistem kerja dari rumah.
Di sisi lain, walau pemerintah melonggarkan pembatasan sosial untuk pekerja di
bawah 45 tahun, aparatur sipil negara masih diminta bekerja dari rumah hingga 29
Mei mendatang. Juru Bicara Badan Kepegawaian Negara, Paryono, berharap
aktivitas perkantoran di kalangan pegawai negeri sipil ditiadakan hingga masa
pandemi Covid-19 berakhir.
Namun Paryono menyebut pihaknya mau tidak mau harus menjalankan kebijakan
pemerintah pusat, jika masa bekerja dari rumah tidak diperpanjang.
"Ini serba salah, kalau pemerintah menetapkan itu dan kami tidak menindaklanjuti
itu, kami salah. Tapi pandemi ini bahaya untuk pekerja dan keluarganya. Kalau
semua masuk kantor dan berkerumun jelas berbahaya," tuturnya via telepon.
"Untuk sampai sekarang kami belum atur masuk kantor sesuai golongan usia. Tapi
kalaupun nanti diatur, pasti tidak boleh berkerumun, harus mengenakan masker dan
ada fasilitas cuci tangan." Bagaimanapun, menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia, Faisal Yunus, mempersilakan orang di bawah 45 tahun
bekerja di luar rumah sama dengan mendongkrak jumlah kasus positif Covid-19.
"Kemungkinan terburuk akan banyak kematian. Yang selama ini tidak terkena Covid
karena tidak bertemu orang di luar rumah, justru akan terkena virus yang di bawa
anggota keluarganya," tutur Faisal.
Faisal yang juga anggota Perhimpunan Dokter Paru Indonesia itu mengatakan
pemerintah tidak punya pertimbangan medis yang jelas dalam mengeluarkan
kebijakan tersebut. Kalaupun diizinkan kembali berkegiatan normal, Faisal menyebut
setiap pekerja dalam kategori usia itu harus sudah dinyatakan bebas Covid-19.
"Kalau dia statusnya orang dalam pengawasan atau orang tanpa gejala, dia
berbahaya untuk orang lain," kata Faisal.
"Misalnya A adalah orang tanpa gejala, di kantor dia bertemu B. Si B tertular tapi
karena dia muda, tidak muncul masalah.
"Tapi B di rumah tinggal bersama ibu, kakek, dan neneknya, mereka bisa tertular
dan meninggal. Siapa bisa menjamin? Mungkin tetangganya juga ada yang berusia
tua," ujar Faisal.
Kepala Gugus Tugas Covid-19, Doni Munardo, menyebut mereka yang di bawah 45
tahun adalah kelompok dengan daya tahan tubuh paling kuat melawan Covid-19.
Page 198 of 231.

