Page 45 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 FEBRUARI 2020
P. 45
Title DRAF RUU CIPTA LAPANGAN KERJA DITERIMA PAGI, SORE DIBAHAS DI PARIPURNA
Media Name jawapos.com
Pub. Date 02 Februari 2020
https://www.jawapos.com/ekonomi/02/02/2020/draf-ruu-cipta-lapangan-ker ja-diterima-
Page/URL
pagi-sore-dibahas-di-paripurna/
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
DPR merespons niat pemerintah yang ingin menuntaskan pembahasan Rancangan
Undang-Undang (RUU) Omnibus Law dalam 100 hari. Besok (3/2) draf RUU Cipta
Lapangan Kerja (CLK) masuk ke parlemen. Pada hari yang sama, DPR
mengagendakan rapat paripurna.
Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena mengatakan, draf RUU CLK akan
dibawa ke rapat paripurna pada Senin sore. Selanjutnya, badan legislasi (baleg)
menentukan mekanisme pembahasannya. Apakah melalui komisi atau panitia
khusus (pansus). "Nanti apakah dipecah sesuai klaster atau seperti apa, pimpinan
yang putuskan," ujar Melki saat ditemui setelah diskusi tentang omnibus law di
Jakarta kemarin (1/2).
Dia memastikan bahwa pembahasan bakal digelar terbuka. Semua stakeholder
dilibatkan dalam pengkajian draf RUU tersebut. Tidak terkecuali pihak serikat
pekerja atau buruh.
Bahkan, Melki merekomendasikan agar serikat buruh membentuk tim kecil yang
nanti bisa berdiskusi mengenai Omnibus Law CLK. "DPR akan memfasilitasi," ungkap
politikus Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut.
DPR, kata dia, tidak akan serampangan dalam pembahasan Omnibus Law CLK. UU
Ketenagakerjaan bakal dijadikan basis pembahasan. "DPR pasti akan bela rakyat
yang namanya buruh. Tapi, kita tahu juga buruh nggak bisa kerja kalau pengusaha
tak bisa buka usaha," imbuhnya.
Meski bakal membahas dengan cepat, pihaknya tidak memastikan selesai dalam
100 hari. Hal itu bergantung pada substansi yang dibahas.
Ditemui dalam kesempatan yang sama, Presiden Asosiasi Konfederasi Buruh Ristadi
menegaskan, sejak awal serikat pekerja tidak anti terhadap investasi dan
penyerapan tenaga kerja. Pihaknya hanya mengkritisi perlindungan pekerja setelah
adanya omnibus law. Apalagi, sejak awal pembahasannya terkesan ditutup-tutupi.
"Lalu, memang segala tafsiran muncul. Karena sebetulnya ini soal trust. Bahwa
praktik ketenagakerjaan masih rendah. Yang sudah ada aturannya saja buruh nggak
percaya, apalagi kayak gini," tuturnya.
Page 44 of 186.

