Page 47 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 FEBRUARI 2020
P. 47

Title          BPJAMSOSTEK TEGASKAN KINERJA INVESTASI PERUSAHAAN AMAN
               Media Name     detik.com
               Pub. Date      02 Februari 2020
                              https://finance.detik.com/moneter/4882483/bpjamsostek-tegaskan-kinerja -investasi-
               Page/URL
                              perusahaan-aman
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive










               Jakarta  -  Maraknya informasi mengenai kondisi investasi industri asuransi yang
               berkembang, termasuk tentang BPJAMSOSTEK di ruang publik membuat Direktur
               Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto angkat bicara. Dirinya menegaskan kondisi
               pengelolaan dana BPJAMSOSTEK dalam kondisi aman di tengah maraknya
               pemberitaan terpuruknya investasi beberapa BUMN (Badan Usaha Milik Negara)
               yang bergerak di bidang jasa asuransi.


                "Saya tegaskan bahwa kinerja investasi BPJAMSOSTEK dalam kondisi aman, tidak
               ada kerugian, dilaksanakan sesuai dengan regulasi dan meraih capaian yang baik,"
               tegas Agus dalam keterangan tertulis, Minggu (2/2/2020).


                Dirinya menambahkan bahwa di tengah dinamika kondisi investasi global dan
               Indonesia, kinerja investasi BPJAMSOSTEK masih on the track. Hal ini dapat dilihat
               dari dana kelolaan BPJAMSOSTEK yang telah mencapai Rp431,7 triliun pada akhir
               Desember 2019, dan mencatatkan hasil investasi sebesar Rp29,2 triliun.


               Bahkan pada capaian YOI pada tahun 2019 tersebut mencapai sebesar 7,3%, lebih
               atau lebih tinggi dari kinerja IHSG yang hanya mencapai 1,7%. BPJAMSOSTEK juga
               telah memberikan hasil pengembangan Jaminan Hari Tua (JHT) kepada pesertanya
               mencapai 6,08% p.a.

                "Kami selalu berpegang teguh pada aturan yang berlaku, seperti PP No. 99 tahun
               2013 dan PP No. 55 tahun 2015, yang mengatur jenis instrumen-instrumen investasi
               yang diperbolehkan berikut dengan batasan-batasannya. Ada juga Peraturan OJK
               No. 1 tahun 2016 yang juga mengharuskan penempatan pada Surat Berharga
               Negara sebesar minimal 50%," terang Agus.

                Lebih lanjut, dalam mengantisipasi kondisi pasar modal, Agus menjelaskan
               pihaknya telah mengalihkan mayoritas portofolio pada instrumen fixed income
               hingga mencapai 71% dari total portofolio, sehingga tidak terpengaruh langsung
               dengan fluktuasi IHSG.


                Agus juga mengutarakan kepemilikan saham BPJAMSOSTEK mayoritas merupakan
               saham kategori Blue Chip atau LQ45 yang mencapai sekitar 98%.








                                                       Page 46 of 186.
   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52