Page 84 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JANUARI 2020
P. 84

Title          TUNGGAK IURAN BPJAMSOSTEK, DIREKSI PERUSAHAAN DIVONIS PENJARA
               Media Name     antaranews.com
               Pub. Date      22 Januari 2020
                              https://www.antaranews.com/berita/1259795/tunggak-iuran-bpjamsostek-di reksi-
               Page/URL
                              perusahaan-divonis-penjara
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               Jakarta - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun pada Senin (20/1)
               menjatuhkan vonis hukuman pidana kurungan empat bulan kepada dua direksi PT
               Kawasan Dinamika Harmonitama (KDH).

               Mereka dinyatakan bersalah oleh Hakim dalam kasus Tindak Pidana Tidak
               Membayar dan Tidak Menyetor Iuran yang menjadi kewajibannya kepada BPJS
               Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK).

               Siaran pers BPJAMSOSTEK yang diterimadi Jakarta, Rabu, menyebutkan bahwa
               hakim memutuskan para terdakwa yaitu Direktur Utama PT KDH Indra Gunawan
               dan Direktur M Yusuf terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah sebagaimana
               diatur dan diancam pidana dalam Pasal 55 Jo Pasal 19 Ayat (2) Undang Undang R.I.
               No. 24 Tahun 2011 Tentang BPJS Jo Pasal 55 Ayat (1).

               Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Wilayah Sumbarriau, Pepen S Almas mengenai kasus
               tersebut menjelaskan, PT KDH telah terdaftar pada Program BPJAMSOSTEK sejak
               Maret 2013 dengan jumlah karyawan terdaftar sebanyak 152 orang dan baru
               mengikuti Jaminan Pensiun pada tahun 2017.

               "Namun, PT KDH sudah menunggak Iuran sejak November 2018 sampai Juni 2019,
               dengan total iuran dan denda Rp 432.905.882,-," katanya.

               Pepen menambahkan, proses hingga timbulnya vonis cukup panjang, mulai dari
               pemberitahuan dengan SMS Blasting Bulanan, pengiriman Surat Pemberitahuan
               Piutang Iuran (SPMI), kemudian dilanjutkan dengan proses pembinaan dan
               kunjungan bersama Pengawas Ketenagakerjaan.

               Karena PT KDH tidak juga menyelesaikan kewajibannya, Penyidik Pegawai Negeri
               Sipil (PPNS) Naker memproses Nota 1 dan Nota 2 dan BPJAMSOSTEK mengirimkan
               Surat Kuasa Khusus (SKK) ke Kejaksaan Karimun.

               Selanjutnya pada Juli 2019, telah dilakukan gelar perkara oleh PPNS Naker,
               Koordinator Pengawas dan Penyidik Polres Karimun, dan kemudian dilanjutkan
               proses penyidikan, hingga berakhir di pengadilan.

               Pegawai PPNS Provinsi Kepulauan Riau Wilayah Kerja Karimun, RD Riaiswety
               Alismangun menegaskan, "hasil sidang Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun



                                                       Page 83 of 152.
   79   80   81   82   83   84   85   86   87   88   89