Page 189 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MEI 2020
P. 189

"Perusahaan dan pekerja harus berdialog secara kekeluargaan dan dengan kepala
               dingin, mengingat saat ini kita tengah dalam situasi darurat. Harus ada transparansi
               keuangan internal perusahaan agar pekerja pun memahami hal tersebut,"
               ungkapnya.


               Seperti diketahui, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah menerbitkan Surat
               Edaran (SE) Nomor M/6/HI.00.01/V/2020 Tentang Pelaksanaan Pemberian
               Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2020 di Perusahaan Dalam Masa Pandemi
               COVID-19.

               Dalam SE tersebut, Menaker memberikan dua opsi bagi perusahaan yang tidak
               mampu membayarkan THR kepada pekerjanya. Pertama, pembayaran THR secara
               bertahap bagi perusahaan yang tidak mampu membayar penuh. Kedua, bagi
               perusahaan yang tidak mampu membayarkan THR sama sekali diperkenankan untuk
               menunda pembayaran hingga waktu yang disepakati.

               Lebih lanjut, SE ini menegaskan, kesepakatan mengenai waktu dan cara
               pembayaran THR keagamaan dan denda tidak menghilangkan kewajiban pengusaha
               membayar THR dan denda kepada pekerja atau buruh, dengan besaran sesuai
               ketentuan peraturan perundang-undangan, serta dibayarkan pada tahun 2020.


               Untuk mengawasi pelaksanaan pemberian THR ini, Menaker menugaskan Kepala
               Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur untuk bekerja sama dengan disnaker
               kab/kota bersama serikat pekerja, untuk bersinergi dalam pengawasan pelaksanaan
               pembayaran THR dan melaporkan hasil pengawasannya.

               (sun/bdh)









































                                                      Page 188 of 313.
   184   185   186   187   188   189   190   191   192   193   194