Page 306 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MEI 2020
P. 306

Dirjen Binapenta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Aris Wahyudi
               mengatakan, perusahaan yang akan mendatangkan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA)
               asal China sudah berupaya mencari pekerja lokal.

               Kedua perusahaan tersebut yakni PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian
               Stainless Steel yang berlokasi di Sulawesi Tenggara.

               "Mereka sudah berusaha mencari tenaga kerja lokal Indonesia, namun tak ada yang
               mau karena lokasi dan ketidakmampuan sesuai jumlah dan kualifikasi yang
               dibutuhkan," ujarnya kepada Kompas.com, Sabtu (2/5/2020).

               Lantaran alasan ketidakcukupan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk membangun
               pabrik smelter di Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), maka Kemenaker pun
               menyetujui Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) tersebut.

               "Kita sepakat dengan manajemen bahwa penggunaan TKA adalah alternatif terakhir.
               Yang terjadi di sana adalah pembangunan dan pengembangan smelter, yang masih
               membutuhkan instalasi dan comisioning peralatan yang spesifik," kata dia.

               Sedangkan terkait masukan dari pengusaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin)
               Indonesia, dia mempersilahlan para pengusaha tersebut untuk mencarikan tenaga
               kerja yang dibutuhkan oleh kedua perusahaan tambang nikel tersebut.

               "Kalau ada orang (Kadin) yang bisa mencarikan tenaga kerja lokal sesuai jumlah
               dan kualifikasi dan etos kerja yang dibutuhkan mereka atau investor, pasti mereka
               akan senang sekali. Karena pasti akan lebih efisien," ucapnya.

               Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Bidang Good
               Corporate Governance (GCG) dan Corporate Social Responsibility (CSR) Suryani
               Sidik Motik merasa miris mendengar rencana kedatangan 500 TKA China.

               "Ada ketidakkonsistenan dari pemerintah. Melihatnya agak miris dan sedih. Pada
               masa pandemi ini kan yang perlu dijaga panglimanya adalah kesehatan. Kalau minta
               PSBB agar orang tidak datang, kemudian orang tidak bepergian, tidak pulang
               kampung, tiba-tiba ada 500 TKA yang datang itu menganggu sekali rasa keadilan,"
               ungkapnya melalui diskusi virtual, Jumat (1/5/2020).

               Bahkan dia merasa heran, bila memang kedua perusahaan tambang tersebut
               tengah mengembangkan pembangunan teknologi nikel dan membutuhkan tenaga
               ahli, seharusnya cukup dengan bebera orang yang kompeten dalam bidangnya saja.

               Harusnya kata dia, perusahaan membuka peluang penyerapan tenaga kerja lokal
               untuk mengurangi angka pengangguran selama pandemi virus corona (Covid-19)
               yang terus bertambah.







                                                      Page 305 of 313.
   301   302   303   304   305   306   307   308   309   310   311