Page 307 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MEI 2020
P. 307
Title BURUH TUDUH MENAKER ENGGAN DESAK PERUSAHAAN BAYAR THR
Media Name harianjogja.com
Pub. Date 08 Mei 2020
https://ekbis.harianjogja.com/read/2020/05/08/502/1038662/buruh-tuduh- menaker-
Page/URL
enggan-desak-perusahaan-bayar-thr
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
JAKARTA - Lebaran 2020 tiba di tengah pandemi Corona. Ketua Umum Federasi
Buruh Lintas Pabrik (FBLP) Jumisih menilai Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida
Fauziah terkesan cuci tangan terkait hak buruh di tengah pandemi virus corona
(Covid-19).
Alih-alih membela hak buruh, Ida dinilai malah hanya jadi penengah antara buruh
dan pengusaha terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR).
Jumisih menyoroti langkah Ida yang malah memberikan kelonggaran bagi
perusahaan dalam rangka memberikan THR kepada buruh. Bahkan langkah tersebut
sudah tertuai dalam Surat Edaran (SE) No. M/6/HI.00.01/V/2020.
Apabila diamati dari sejumlah media, Ida sempat menyampaikan untuk perusahaan-
perusahaan yang tidak mampu membayarkan THR bagi buruh, maka bisa
melakukan perundingan dengan buruh mengenai teknis dan besaran
pembayarannya.
"Hal ini merupakan bentuk rendahnya kapabilitas Menaker sebagai representasi
negara yang ditugasi untuk melindungi hak-hak buruh," kata Jumisih dalam
keterangan tertulisnya yang diterima Suara.com, Jumat (8/5/2020).
Menurut Jumisih, Ida tidak tampak menekan perusahaan untuk tetap memenuhi
THR bagi para buruh. Melainkan seolah ingin tampil agung sebagai 'penengah'
antara buruh dan pengusaha.
"Padahal, yang dilakukannya merupakan politik cuci tangan yang dikemas dengan
alasan pembenar yaitu kedaruratan Covid-19," ujarnya.
Jumisih menganggap, seharusnya buruh menjadi prioritas karena ikut menjadi pihak
yang tidak bisa menguasai sumber daya ekonomi di tengah pandemi Covid-19.
Namun tidak ada upaya yang terlihat dari Ida selaku menteri.
Page 306 of 313.

