Page 32 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 MARET 2020
P. 32

Alamsyah menjelaskan, sejak ada imbauan pemerintah, ombudsman telah
               menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) mulai
               Selasa (17/3). Namun, komisioner sebagai pimpinan lembaga tetap diminta piket ke
               kantor secara bergantian dan memastikan pelayanan di garda terdepan tetap
               berjalan. Karena kerentanan itu, jajaran pimpinan memutuskan untuk menjalani
               rapid test pada Kamis (19/3). Hasilnya, ditemukan dua komisioner positif Covid-19.

               "Oleh dokter disampaikan bahwa dua orang positif dengan kategori pasien dalam
               pengawasan (PDP)," jelas Alamsyah ketika dihubungi Jawa Pos kemarin (25/3).
               Keduanya kemudian disarankan melakukan karantina mandiri di rumah masing-
               masing.

               Awalnya, ombudsman mengambil keputusan agar dua komisioner itu menjalani
               perawatan di Wisma Atlet saja. Sebab, ada risiko keluarga di rumah tertular. "Tapi,
               setelah diskusi dengan dokter, karena antrean banyak, akhirnya tetap dilakukan
               isolasi mandiri," lanjut Alamsyah. Kondisi tersebut membuat Leli dan Ninik
               dibebaskan sementara dari tugas dan hanya melakukan komunikasi rutin dengan
               jajaran pimpinan ombudsman.

               Alamsyah menegaskan, ombudsman memercayakan kepada petugas kesehatan
               untuk melakukan tracing terhadap kedua komisioner itu. "Kami akan memercayakan
               kepada yang berkompeten dan tidak akan memberi informasi yang spekulatif ke
               publik, seperti siapa orang terakhir yang kontak dengan mereka," tegas Alamsyah.

               Sementara itu, jumlah pasien positif terjangkit virus korona di Jawa Timur tidak
               bertambah. Namun, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) terus naik.
               "Harapannya, persebaran ODP, PDP, maupun pasien positif tidak meluas," kata
               Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kemarin.

               Dia mengatakan, perangkat rapid test tiba tadi malam. Provinsi Jatim mendapat
               jatah 10 ribu set. Hari ini akan didistribusikan ke rumah sakit rujukan. Jatah setiap
               rumah sakit berbeda. Semua bergantung dari jumlah PDP, ODP, serta pasien positif
               yang dirawat di rumah sakit tersebut. "Kami utamakan layanan rumah sakit dulu,"
               katanya.

               Khofifah memahami bahwa banyak warga yang ingin menjalani rapid test. Terutama
               pekerja migran Indonesia (PMI). Saat ini Pemprov Jatim masih menunggu jatah
               tambahan dari pusat. Bisa jadi tambahan itu dapat dipakai pekerja migran tersebut.
               "Termasuk warga yang baru saja pulang dari Jakarta," imbuh dia.

               Di sisi lain, pemerintah provinsi meluncurkan program Covid-19 Jatim. Laman itu
               untuk masyarakat yang ingin mencari informasi tentang virus korona. Sebelumnya,
               pemprov meluncurkan program self checkup melalui ceckupcovid19.jatimprov.go.id.
               Ada 2,5 juta warga yang menggunakan aplikasi tersebut. Banyak yang mengirim
               pertanyaan melalui e-mail. Pemprov pun menambah layanan chatting pada laman
               tersebut. Dengan begitu, masyarakat bisa bertanya apa pun tentang Covid-19.




                                                       Page 31 of 121.
   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37