Page 49 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 JANUARI 2020
P. 49

Title          PERUSAHAAN BEBAS PIDANA, KSPI KHAWATIR KARYAWAN JADI KORBAN
               Media Name     jawapos.com
               Pub. Date      26 Januari 2020
                              https://www.jawapos.com/nasional/26/01/2020/perusahaan-bebas-pidana-ks pi-
               Page/URL
                              khawatir-karyawan-jadi-korban/
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative










               Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPI) mengaku kecewa dengan pemerintah.
               Pasalnya, pembahasan undang-undang (UU) Cipta Lapangan Kerja (Cilaka) atau
               yang lebih dikenal dengan Omnibus Law yang di dalamnya juga terdapat regulasi
               ketenagakerjaan.

               "Dari proses awal serikat buruh kan tidak diajak. Menko Perekonomian kan buat
               Satgas (satuan tugas), dari semua tidak ada satupun dari serikat buruh," jelas Ketua
               KSPI Said Iqbal dalam diskusi 'Omnibus Law Bikin Galau?' di Upnormal Coffee
               Roasters, Jakarta, Minggu (26/1).

               Ia pun mempertanyakan orientasi dari pembentukan kebijakan tersebut. Padahal,
               untuk meningkatkan sebuah investasi di sebuah negara, tentunya harus diiringi
               dengan perlindungan tenaga kerja yang minim disinggung pemerintah.

               "Punya UU investasi pasti diiringi UU perlindungan tenaga kerja, seluruh dunia,
               karena keterkaitan antara tenaga kerja dan investasi sangat besar, karena akan
               menggerakkan proses-proses produksi dan perusahaan," tambah dia.

               Poin lain yang menjadi masalah adalah membebaskan penggunaan karyawan
               kontrak dan outsourcing di semua lini indsutri. Padahal, dalam UU Nomor 13 Tahun
               2013 tentang Ketenagakerjaan disebutkan hanya ada 5 jenis pekerjaan untuk
               outsourcing yang diperbolehkan.


               "Ini akan menghilangkan jaminan sosial dan kesehatan karena sitem kerja
               outsourcing dan kontrak kerja yang dibebaskan, bagaimana orang mendapatkan
               jaminan pensiun, siapa yang membayar iuran jaminan kesehatan," kata Said.

               Kemudian, menghapus sanksi pidana bagi pengusaha pun dirasa akan memberatkan
               kaum buruh. Sebab, perusahaan asing yang datang ke Indonesia maupun lokal
               dikhawatirkan akan semena-mena dengan karyawannya.

               "Menghapuskan efek jera itu kepada pengusaha nakal, jadi nanti kalau tidak bayar
               upah minimum, kalau telat bayar upah nggak ada hukuman. Apapun pelanggaran
               yang dilakukan perusahaan tidak ada lagi efek jera, kontrolnya nggak ada karena
               dihapusnya pasal soal pidana," tutup dia.





                                                       Page 48 of 163.
   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54