Page 72 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 JANUARI 2020
P. 72

Title          DPR MINTA PEMERINTAH LIBATKAN SERIKAT BURUH BAHAS OMNIBUS LAW
               Media Name     kumparan.com
               Pub. Date      26 Januari 2020
                              https://kumparan.com/kumparanbisnis/dpr-minta-pemerintah-libatkan-seri kat-buruh-
               Page/URL
                              bahas-omnibus-law-1siYm4bBBTq
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive









               DPR meminta Pemerintah melakukan kajian mendalam mengenai Omnibus Law
               Cipta Lapangan Kerja. Kajian tersebut harus melibatkan serikat pekerja, bukan
               hanya pelaku usaha. Anggota Badan Legislasi DPR dari Fraksi Partai Golkar, Firman
               Soebagyo, mengatakan kajian bersama itu harus dilakukan agar tidak terjadi
               kesalahpahaman antar pihak pemerintah dan unsur terkait lainnya.

               Menurut dia, kesalahpahaman tersebut bisa berujung pada kegaduhan yang
               berkelanjutan.

               "Kami usulkan pemerintah ada diskusi tentang masalah Naker (Omnibus Law
               tentang Ketenagakerjaan) ini, dan Insyaallah nantinya bisa diadakan sistem diskusi
               terbuka-tutup antara pemerintah dan serikat kerja dan para pelaku usaha," kata dia
               usai diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/1).

               Firman mengatakan persepsi yang sama antara pemerintah dengan serikat pekerja
               hingga pelaku usaha, akan memuluskan target menyelesaikan pembahasan
               Omnibus Law.


               "UU ini bisa tepat waktu, bisa selesai 100 hari, 3 bulan sebagaimana yang
               disampaikan presiden. Saya yakin ini akan selesai jika melibatkan tiga komponen,"
               ujarnya.


               Sejauh ini, Firman mengaku DPR belum menerima draf RUU Omnibus Law tentang
               ketenagakerjaan. Hal itu kesempatan bagi pemerintah membahas dengan serikat
               pekerja. Apabila draf itu sudah di DPR, lanjut Firman, pihaknya akan melibatkan
               unsur terkait dalam membahasnya.


               "KSPI, KSPN, semua pihak yang berkaitan akan dilibatkan, termasuk libatkan dari
               ekonom dan perguruan tinggi," tegasnya.


               Firman juga menegaskan pembahasan RUU nantinya akan dilakukan transparan.

               "Pembahasan UU itu harus transparan, UU itu tidak boleh ada perilaku diskriminatif,
               yang memperlakukan kekuasaan negara dan lain-lain. Kemudian pembahasan harus
               mengedepankan kalau ada kepentingan-kepentingan bawah itu sah-sah saja,"
               ujarnya.





                                                       Page 71 of 163.
   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77