Page 68 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 JANUARI 2020
P. 68

Title          RENCANA PENERAPAN UPAH BURUH PER JAM DIANGGAP RANCU
               Media Name     tempo.co
               Pub. Date      26 Januari 2020
                              https://nasional.tempo.co/read/1299834/rencana-penerapan-upah-buruh-pe r-jam-
               Page/URL
                              dianggap-rancu
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative












               Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal meminta
               pemerintah menyampaikan sejelas-sejelasnya definisi upah per jam yang akan
               diatur melalui Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan
               Kerja (Cilaka). Musababnya, kata Iqbal, penerapan upah per jam ini bisa berpotensi
               menghapus upah minimum atau jaringan pengaman agar buruh tidak miskin,
               sebagaimana yang terkandung dalam Konvensi Organisasi Buruh Internasional
               (International Labour Organization/ILO) dan UU No. 13 tahun 2003.


               "Ini maksudnya upah dibayar per jam atau upah per jam untuk bonus produktivitas.
               Ini harus jelas definisinya, jangan rancu. Kami harus duduk bersama membuat
               definisi ini, tidak bisa pemerintah menggodok sendiri," ujar Said dalam sebuah acara
               diskusi di bilangan Menteng, Jakarta Pusat pada Ahad, 26 Januari 2020.

               Jika yang dimaksud adalah upah pekerja dibayarkan per jam, ujar Said, maka buruh
               akan dirugikan dan otomatis pasti akan menghapus ketentuan upah minimum bagi
               buruh/pekerja. Said mencontohkan, misalkan upah minimum di Jakarta sebesar
               Rp4,2 juta. Jika dibagi dengan 30 hari, maka upah per hari adalah Rp140 ribu,
               dibagi 8 jam kerja per hari adalah Rp17.500.

               Jika menerapkan upah per jam, ujar Said, maka pengusaha akan semena-mena
               memberikan upah sesuai dengan jam kerja yang diberikan. Pekerja di pabrik boneka
               misalnya, kata Said, bisa saja dipekerjakan hanya empat jam dalam lima hari
               seminggu. Maka, penghasilan mereka hanya Rp350 ribu per minggu dan
               Rp1.750.000 per bulan.


               "Apa itu yang kita harapkan, jauh dari UMR? Pemilik modal akan berkuasa terhadap
               pekerja, lalu buat apa negara?" ujar Said.


               Anggota Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat (Baleg DPR RI) Firman Soebagyo
               berjanji semua usulan tersebut akan diakomodasi dalam pembahasan RUU Omnibus
               Law, sehingga kekhawatiran-kekhawatiran yang muncul tidak akan terjadi.


               "Kami berjanji akan merumuskan RUU ini secara transparan dan mengundang
               semua teman-teman asosiasi pekerja sehingga berbagai masukan para buruh akan
               menjadi pembahasan dalam RUU mendatang," ujar Said.




                                                       Page 67 of 163.
   63   64   65   66   67   68   69   70   71   72   73