Page 151 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 FEBRUARI 2020
P. 151
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea (tengah) merayakan hari jadinya yang ke-47
di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (22/2/2020). Erafzon Saptiyulda AS/ho KSPSI) Andi
Gani yakin Presiden Jokowi dan Menaker Ida Fauziyah mendengar kegelisahan yang
disampaikan buruh dalam Omnibus Law Cipta Kerja.
"Saya yakin Pak Jokowi mengerti ini. Memahami kalau berbeda pendapat tidak
akan membuat kami bermusuhan. Tapi, jangan pernah meninggalkan buruh
Indonesia," ujarnya disambut riuh tepuk tangan buruh.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Gani yang juga pimpinan konfederasi buruh
ASEAN (ATUC) meminta doa dan dukungnya untuk berjuang di DPR melakukan
dialog dengan berbagai fraksi memecahkan masalah yang ada di Omnibus Law Cipta
Kerja.
"Kita bertarung gagasan nanti di parlemen. Berjuang sekuat-kuatnya di jalan tapi
tetap harus elegan," ucapnya.
Namun, kata Andi Gani, jika terjadi deadlock juga di DPR, buruh dipastikan akan
kembali turun ke jalan.
KSPSI Andi Gani Nena Wea merayakan hari jadinya yang ke-47 di Balai Sarbini,
Jakarta, Sabtu (22/2/2020). Erafzon Saptiyulda AS/ho KSPSI) Sementara itu,
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memberikan apresiasinya kepada buruh
terutama KSPSI.
"Semoga di usia yang semakin matang ini, KSPSI tetap konsisten dalam
memperjuangkan dan menjadi garda terdepan membela kesejahteraan bagi para
pekerja di Indonesia," katanya.
Terkait Omnibus Law Cipta Kerja, kata Ida, pemerintah membuka seluas-luasnya
ruang diskusi. Selain itu juga diharapkan ada dialog-dialog konstruktif agar
ditemukan jalan keluarnya.
"Saya tetap berharap diselesaikan dengan mendialogkan. Kan sekarang sudah ada
tim yang bisa menjadi penengah, ada juga tripartit semoga selesai dengan baik,"
ucapnya.
Page 150 of 223.

