Page 64 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 64

Keluarnya  kalangan  buruh  dari  tim  teknis  yang  dibentuk  Kementerian  Ketenagakerjaan  itu
              disinyalir karena arogansi Asosiasi Penguasaha Indonesia (Apindo) dan Kamar Dagang Industri
              (Kadin).



              KSPI: ANCAMAN DEMONTRASI KAMI BUKAN GERTAK SAMBAL
              JAKARTA,  - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (  KSPI  ) Said Iqbal menegaskan,
              rencana aksi  demonstrasi  buruh pada awal Agustus 2020 bukan sekadar gertakan kepada
              pemerintah.

              "Bagi KSPI, aksi selama ini yang kita lakukan (membuktikan) bukan aksi gertak sambal," kata
              Said saat dihubungi, Selasa (14/7/2020).

              Said menyampaikan, dua tuntutan yang diusung dalam aksi tersebut.

              Pertama,  menghentikan  pembahasan    Omnibus  Law    RUU  Cipta  Kerja    ,  khususnya  klaster
              ketenagakerjaan dan meminta pemerintah mengalihkan fokus terhadap penanganan Covid-19.

              Kedua, menolak adanya PHK massal. Menurut Said, encana aksi tersebut juga sebagai reaksi
              atas tim teknis bentukan Kementerian Ketenagakerjaan.

              Sebab, kata dia, tim teknis tersebut tidak bisa menyelesaikan persoalan yang ada, terutama
              berkaitan dengan aspirasi kalangan buruh.

              "Itu artinya ruang partisipasi, dialog, tertutup, sehingga KSPI mengambil sikap kembali pada
              aksi jalanan," kata dia.
              Ia juga menyampaikan, keputusan aksi tersebut merupakan pilihan terakhir setelah strategi
              konsep dan lobi gagal membuat RUU Cipta Kerja dihentikan.

              "Aksi  adalah  pilihan  strategi  karena  kita  menerapkan  konsep,  lobi,  dan  aksi.  Konsep  sudah
              dilakukan, lobi sudah dilakukan dan ternyata mental, tinggal satu pilihan, adalah aksi," ujar dia.

              Diberitakan sebelumnya, sejumlah konfederasi dan serikat buruh memutuskan mengundurkan
              diri dari tim teknis yang membahas Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja
              dalam unsur tripartit.

              Keluarnya  kalangan  buruh  dari  tim  teknis  yang  dibentuk  Kementerian  Ketenagakerjaan  itu
              disinyalir karena arogansi Apindo maupun Kadin.
              "Unsur  Apindo/Kadin  dengan  arogan  mengembalikan  konsep  RUU  usulan  dari  unsur  serikat
              pekerja dan tidak mau meyerahkan usulan konsep Apindo/Kadin secara tertulis," ujar Presiden
              Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)  dalam  keterangan  tertulis  yang  diterima
              Kompas.com, Selasa (14/7/2020).

              Semula,  tim  teknis  dibentuk  untuk  mencari  jalan  keluar  atas  buntunya  pembahasan  klaster
              ketenagakerjaan, termasuk menindaklanjuti kebijakan Presiden Jokowi dan Ketua DPR RI yang
              menunda pembahasan klaster ketenagakerjaan.
              Dari unsur serikat buruh, mereka mewakilkan 15 anggotanya dalam tim teknis tersebut, antara
              lain dari KSPI, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Buruh
              Sejahtera  Indonesia  (KSBSI),  hingga  Federasi  Serikat  Pekerja  Perkayuan  dan  Perhutanan
              Indonesia (FSP Kahutindo).
              Dalam perjalanannya, kata Said, tim ini bertemu untuk kali pertama pada Rabu (8/7/2020).

                                                           63
   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69