Page 66 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 66
Judul Komnas HAM: Sedikitnya 900 TKI Dicambuk di Pusat Detensi Sabah
Malaysia
Nama Media suara.com
Newstrend Pelanggaran HAM PMI
Halaman/URL https://www.suara.com/news/2020/07/14/220854/komnas-ham-
sedikitnya-900-tki-dicambuk-di-pusat-detensi-sabah-malaysia
Jurnalis Reza Gunadha
Tanggal 2020-07-14 22:08:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - M Choirul Anam (Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM RI)
Pertama, telah terjadi deportasi tiga gelombang dari Sabah dengan kondisi yang sangat
memprihatinkan, kurang lebih 900 orang deportan
negative - M Choirul Anam (Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM RI) Selama
tahanan sementara di Sabah mereka diperlakukan tidak manusiawi, termasuk mendapatkan
cambukan
negative - M Choirul Anam (Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM RI) Selama
proses di Indonesia, khususnya di tempat penampungan Makassar, kurang mendapatkan
kebutuhan obat dan pelayanan medis akibat perlakuan tidak manusiawi di Sabah
neutral - M Choirul Anam (Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM RI) Kami
akan segera memproses aduan dan audiensi ini secara cepat, khususnya terkait kebutuhan obat
dan pelayanan medis. Oleh karenanya penting bagi Komnas HAM untuk segera menindaklanjuti
dengan Kepala BP2MI, Gubernur Sulawesi Selatan, Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Kepala
Gugus Tugas Covid-19
negative - M Choirul Anam (Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM RI)
Peristiwa deportasi buruh migran undocumented pernah terjadi dalam jumlah besar pada tahun
2002 yang jumlahnya 42 ribu orang lebih dan ini berulang terus di beberapa tahun setelahnya
yang juga terjadi saat ini dan diadukan oleh koalisi
positive - M Choirul Anam (Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM RI) Bagi
Komnas HAM perlindungan buruh migran, khususnya yang undocumented di perkebunan sawit
Malasia, harus menjadi perhatian serius semua pihak. Khususnya presiden, dengan menjadikan
perlindungan buruh migran sebagai bagian penting dalam diplomasi.
Ringkasan
65

