Page 70 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 70
Menurut Deni, dukungan publik terhadap RUU Cipta Kerja ini didasari oleh kondisi ekonomi
Indonesia yang semakin memburuk selama masa pandemi. Kondisi ekonomi yang memburuk
ini mempengaruhi dan dirasakan langsung dalam kondisi ekonomi rumah tangga.
"Tercatat 71 persen mayoritas warga merasa kondisi ekonomi rumah tangganya sekarang lebih
buruk atau jauh lebih buruk dibanding sebelum ada wabah Covid-19. Sementara ada 81 persen
mayoritas warga menilai kondisi ekonomi nasional sekarang lebih buruk," sambung Deni.
Menurut Deni, kondisi ekonomi yang memburuk ini diperparah dengan adanya peningkatan
jumlah PHK dan pengangguran. Hampir semua masyarakat menilai adanya peningkatan jumlah
PHK dan pengangguran dibanding tahun lalu.
"87 persen warga menilai jumlah PHK sekarang lebih banyak dibanding tahun lalu. Artinya
hampir semua warga," kata Deni.
Menanggapi kondisi tersebut, Deni menyebut mayoritas masyarakat mendukung langkah
Presiden Jokowi menjadikan RUU Cipta Kerja untuk mencegah PHK dan memperluas lapangan
kerja. RUU Cipta Kerja dinilai menjadi semakin relevan untuk dituntaskan dengan harapan ke
depan bisa lebih siap untuk keluar dari krisis ekonomi.
"66 persen mendukung langkah Jokowi menjadikan RUU Cipta Kerja sebagai instrument
kebijakan untuk mengatasi mencegah PHK dan mempeluas lapangan kerja," kata Deni.
"Ada juga 58 persen mayoritas warga mendukung langkah Jokowi untuk menjadikan RUU Cipta
Kerja sebagai instrument kebijakan mengatasi krisis ekonomi," tambah Deni.
Saksikan video menarik berikut ini: Diketahui, SMRC melakukan survei nasional melalui telepon
pada 8-11 Juli 2020. Sampel sebanyak 2.215 responden dipilih secara acak dari koleksi sampel
acak survei tatap muka yang telah dilakukan SMRC sebelumnya dengan jumlah proporsional
menurut provinsi untuk mewakili pemilih nasional. Margin of error survei diperkirakan +/-2.1
persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, asumsi simple random sampling.
Editor : Dimas Ryandi .
69

