Page 67 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 67

Ratusan buruh migran Indonesia menjadi korban pelanggaran hak asasi manusia, kala berada
              di pusat detensi Sabah, Malaysia.

              Saat  ditahan  di  Sabah  sebelum  dideportasi  karena  persoalan  dokumen,  sedikitnya  900  TKI
              tersebut kerap dicambuk.


              KOMNAS HAM: SEDIKITNYA 900 TKI DICAMBUK DI PUSAT DETENSI SABAH
              MALAYSIA

              Ratusan buruh migran Indonesia menjadi korban pelanggaran hak asasi manusia, kala berada
              di pusat detensi Sabah, Malaysia.

              Saat  ditahan  di  Sabah  sebelum  dideportasi  karena  persoalan  dokumen,  sedikitnya  900  TKI
              tersebut kerap dicambuk.

              M  Choirul Anam  , Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan  Komnas HAM  RI, mengungkapkan
              hal tersebut seperti yang diadukan oleh Koalisi Buruh Migran Berdaulat, Selasa (14/7/2020).

              Dalam audiensi, Koalisi Buruh Migran Bedaulat melaporkan kepada Komnas HAM bahwa 900
              BMI yang dideportasi melalui Nunukan Kalimantan Utara dan Makassar Sulawesi Selatan, dalam
              kondisi memprihatinkan.

              "Pertama,  telah  terjadi  deportasi  tiga  gelombang  dari  Sabah  dengan  kondisi  yang  sangat
              memprihatinkan,  kurang  lebih  900  orang  deportan,"  kata  Anam  melalui  keterangan  tertulis,
              Selasa malam.

              Anam mengatakan, ratusan buruh migran tersebut diperlakukan tidak manusiawi selama berada
              di pusat detensi Sabah.

              "Selama  tahanan  sementara  di  Sabah  mereka  diperlakukan  tidak  manusiawi,  termasuk
              mendapatkan cambukan," kata Anam.

              Selanjutnya,  selama  proses  pemulangan  di  Indonesia,  khususnya  di  tempat  penampungan
              Makassar, kondisi penghidupan BMI itu juga masih memprihatinkan.

              "Selama  proses  di  Indonesia,  khususnya  di  tempat  penampungan  Makassar,  kurang
              mendapatkan kebutuhan obat dan pelayanan medis akibat perlakuan tidak manusiawi di Sabah,"
              kata dia.

              Anam  memastikan,  Komnas  HAM  bakal  memproses  aduan  serta  audensi  tersebut.  Dia
              menambahkan, pihaknya juga memprioritaskan kebutuhan obat dan pelayanan medis.

              "Kami  akan  segera  memproses  aduan  dan  audiensi  ini  secara  cepat,  khususnya  terkait
              kebutuhan obat dan pelayanan medis. Oleh karenanya penting bagi Komnas HAM untuk segera
              menindaklanjuti dengan Kepala BP2MI, Gubernur Sulawesi Selatan, Menteri Kesehatan, Menteri
              Sosial, Kepala Gugus Tugas Covid-19," kata Anam.

              Anam melanjutkan, peristiwa yang merundung para buruh migran pernah terjadi pada tahun
              2002 --dengan jumlah 42 ribu orang.

              Dia  juga  menyebut,  peristiwa  dideportasinya  para  buruh  migran  yang  tak  disertai dokumen
              legal, terjadi berulang setiap tahun.





                                                           66
   62   63   64   65   66   67   68   69   70   71   72