Page 58 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JULI 2019
P. 58

Title          MEMAPAH ARAH PROGRAM VOKASI JOKOWI
               Media Name     detik.com
               Pub. Date      25 Juli 2019
               Page/URL       https://news.detik.com/kolom/4638785/memapah-arah-program-vokasi-jokow i
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive
















               Jakarta - Presiden Jokowi memaparkan lima visi sebagai arah kebijakannya untuk
               periode kedua pemerintahannya. Hal itu disampaikan bersama Wakil Presiden Maruf
               Amin dalam acara bertajuk Visi Indonesia 2019-2024 di Sentul, Bogor (14/7). Selain
               melanjutkan pembangunan infrastruktur, pemerintahan Jokowi hendak
               menggencarkan pembangunan sumber daya manusia (SDM).

               Formula pembangunan SDM yang hendak ditempuh Jokowi adalah dengan
               menggencarkan vokasi alias pendidikan keterampilan. Pendidikan vokasi berfokus
               pada keahlian teknis dan bertujuan untuk memperkaya kompetensi angkatan kerja.
               Untuk mencapainya, pemerintah telah mengembangkan pendidikan vokasional mulai
               Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), politeknik, hingga balai pelatihan.


               Laksana pisau bermata dua, pendidikan vokasi berpotensi untuk menambah
               keterserapan angkatan kerja, namun di lain sisi berimplikasi pada kedangkalan
               hakikat pembelajaran. Pendidikan akan tunduk terhadap tuntutan dan kebutuhan
               pasar. Ideologi pendidikan yang sejatinya lebih mementingkan nilai-nilai etis dan
               humanistis, menjadi bergeser pada ideologi picisan pasar yang bertumpu pada nilai-
               nilai pragmatis dan materialistis.

               Oleh Frank Furedi (2006), fenomena itu disebut sebagai the cult of philistinism ,
               yakni penghambaan terhadap budaya kedangkalan dan pemujaan berlebihan
               terhadap keterampilan terapan. Kegiatan pembelajaran mengalami kelesuan gairah
               intelektual karena tergerus oleh instrumentalisme material praktis.


               Ekses dari pragmatisme pendidikan adalah marjinalisasi konten pelajaran yang
               dianggap tidak bersangkut-paut dengan keterampilan praksis. Hal ihwal literasi dan
               kajian kesusastraan acap dinafikan, dianggap tidak membumi dan "elitis". Alhasil,
               mengacu hasil riset dalam lima tahun terakhir, daya literasi anak-anak Indonesia
               mengalami kemerosotan signifikan.



                                                       Page 57 of 121.
   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63