Page 60 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JULI 2019
P. 60
dalam rangka menanamkan tradisi etik dan kebudayaan masyarakat di Inggris.
Sementara di Swedia, aneka spanduk berisi kutipan karya-karya sastra marak
dibentangkan untuk menyambut hari raya. Di Prancis, sastrawan-sastrawan agung
menghuni pantheon dan jejak singgahnya semasa hidup diberi tanda-tanda khusus
sebagai wujud penghargaan dan "pemujaan".
Literasi Kita semua dapat belajar dari kegagalan Korea Selatan dalam
mengimplementasikan pendidikan vokasi yang parsial. David Newhouse dan Daniel
Suryadarma dalam The Value of Vocational Education: High School Type and Labor
Market Outcomes in Indonesia (2011) menyebut upaya pemerintah Korea Selatan
untuk mendorong pelajar melanjutkan pendidikan di sekolah vokasi tidak membawa
kemajuan signifikan. Bahkan menurut laporan Bank Dunia, jumlah lulusan sekolah
vokasi di Korea yang memasuki pasar tenaga kerja malah anjlok dari 76,6 persen
(1990) menjadi 20,2 persen (2007).
Dengan demikian menjadi kian gamblang bahwa untuk merevolusi mental dan
membangun SDM, pendidikan vokasi tidak bisa berdiri sendiri. Pendidikan
keterampilan harus ditopang dengan intelektual. Pembangunan raga mesti ditunjang
dengan peluhuran jiwa. Pendidikan vokasi mesti dipapah dengan penggencaran
literasi. Pemerintah tidak boleh terperosok dalam jurang pragmatisme pendidikan
yang menyilaukan.
Ardian Nur Rizki pengajar di Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) Johor Baru,
Malaysia (mmu/mmu)
Page 59 of 121.

