Page 199 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2019
P. 199

Title          INI SEJUMLAH POIN YANG MUNGKIN MENJADI SYARAT KEPEMILIKAN KARTU PRAKERJA
               Media Name     pikiran-rakyat.com
               Pub. Date      15 November 2019
                              https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/2019/11/15/ini-sejumlah-poin-y ang-mungkin-
               Page/URL
                              menjadi-syarat-kepemilikan-kartu-prakerja
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               Kementerian Ketenagakerjaan terus menggodok prosedur perekrutan peserta Kartu Prakerja
               yang akan dirilis pada 2020.

               Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Bambang Satrio Lelono
               mengatakan baru sejauh ini baru prasyarat dasar yang telah ditetapkan.

               "Wajib WNI, berusia minimal 18 tahun, dan tidak terikat pada pendidikan formal mana
               pun," kata Bambang.

               Kepesertaan Kartu Prakerja tidak mensyaratkan batasan usia, diakibatkan program ini
               nantinya terbuka bagi siapa saja yang bermaksud mencari kerja. Jadi tidak hanya lulusan
               sekolah atau perguruan tinggi, tapi mereka yang berhenti dari pekerjaan sebelumnya pun
               bisa mengakses manfaat dari kepesertaan Kartu Prakerja.

               "Kan mungkin saja ada korban pemutusan hubungan kerja oleh perusahaan, atau
               bermaksud pindah ke sektor usaha yang sama sekali berbeda dari pekerjaan awalnya,
               bahkan bisa jadi ingin beralih sebagai wirausahawan dan butuh pelatihan," kata Bambang.

               Kartu Prakerja memungkinkan memfasilitasi kelompok-kelompok tersebut dikarenakan sifat
               insentif yang diberikan bukan berupa bantuan dana tunai, melainkan berupa pemberian
               pelatihan hingga para pencari kerja berkemampuan dan kompeten saat akan masuk pasar
               kerja.

               Perihal penyedia pelatihan, Bambang mengatakan, tak hanya balai latihan kerja milik
               pemerintah yang akan melakukannya, tapi juga perusahaan yang membutuhkan tenaga
               kerja dan memiliki wadah pelatihannya sendiri.

               "Oleh karenanya kami terus mendorong lebih banyak perusahaan juga pelaku industri yang
               ikut terlibat dalam pelaksanaan pelatihan kerja, dengan demikian mereka bisa mendapatkan
               tenaga kerja dengan kompetensi sesuai kebutuhan," katanya.

               Menurut Bambang, hingga saat ini Kemnaker memang belum memiliki data calon peserta
               pelatihan yang riil menurut sistem 'by name by address'. Baru sekadar data kasar perihal
               jumlah angkatan kerja yang membutuhkan pelatihan.

               "Aplikasi pendaftarannya masih kami siapkan, pendaftaran dijadwalkan baru dilakukan
               tahun depan. Yang pertama mendaftar, tentunya akan difasilitasi lebih dulu selama syarat-
               syaratnya terpenuhi," katanya.








                                                      Page 198 of 211.
   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203   204