Page 200 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2019
P. 200
Title APINDO: NEGARA AKAN BANYAK MUSIBAH BILA TAK SERIUS URUS LAPANGAN KERJA
Media Name kumparan.com
Pub. Date 15 November 2019
https://kumparan.com/kumparanbisnis/apindo-negara-akan-banyak-musibah- bila-tak-
Page/URL
serius-urus-lapangan-kerja-1sG1jeFqL2Q
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Pengusaha menilai lapangan pekerjaan masih menjadi salah satu masalah yang harus
diselesaikan khususnya oleh pemerintah. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia
(Apindo), Hariyadi B Sukamdani mengaku, sudah berbicara dengan Presiden Jokowi
mengenai perkembangan lapangan kerja di Indonesia.
Menurut Hariyadi, masalah lapangan pekerjaan tidak bisa dianggap sepele. Sehingga harus
segera ditemukan solusinya bersama-sama.
"Kami dari Apindo menekankan negara ini akan banyak mengalami musibah atau masalah
kalau tidak serius membereskan masalah lapangan kerja," kata Hariyadi di Apindo Training
Center, Jakarta, Jumat (15/11).
Hariadi merasa banyak masyarakat termasuk pengusaha yang menganggap selama ini baik-
baik saja dalam penyerapan lapangan pekerjaan. Padahal, kata Hariyadi, ada pelanggaran
seperti banyak pengusaha atau pemberi kerja tidak membayar upah minimum kepada
karyawannya.
"Saya selama kunjungan ke berbagai daerah di Indonesia yang sudah mesti tidak
membayar upah minimum itu adalah kelompok yang namanya usaha menengah kecil ke
bawah. Yang mengejutkan saya lembaga pendidikan juga tak membayarkan upah
minimum," ujar Hariyadi.
"Mereka (lembaga pendidikan) bilang gini 'kita kan pendidikan enggak usah ikut dong'. Saya
tanya Pak Hanif (mantan Menaker) ya enggak gitu. Upah minimum ya upah minimum
mengikat semua orang," tambahnya.
Meski begitu, Hariyadi menyambut baik langkah pemerintah dalam menyelesaikan berbagai
permasalahan lapangan pekerjaan. Salah satu yang disorotinya adalah rencana adanya
omnibus law atau pada intinya pasal-pasal tentang regulasi dijadikan satu payung UU.
Omnibus law dianggap bisa memangkas keruwetan regulasi yang selama ini terjadi di
Indonesia. Hal tersebut dirasa bisa mempengaruhi masuknya investasi ke dalam negeri.
"Nah yang menarik dalam perjalanannya ini tadinya kami pikir (Omnibus law) mengenai
regulasi dan investasi dan sebagainya. Ternyata berlanjut dinamakan oleh presiden
sementara namanya adalah UU cipta lapangan kerja. Ini menurut pandangan kami adalah
suatu hal yang sangat menarik," tutur Hariadi.
Page 199 of 211.

