Page 195 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2019
P. 195

"Intinya kami menolak UMK 2020. Anggota 7 orang hadir semua, tapi tidak ada
               yang mengikuti voting," ujar Nugraha.


               Argumen awal: pemerintah lalai

               Nugraha mengemukakan argumen dasar di balik penolakan UMK Bekasi 2020 oleh
               Apindo. Menurut dia, pangkal masalah ada pada sikap pemerintah yang
               dianggapnya lalai melakukan evaluasi terhadap UMK Bekasi 2019.

               "Apindo ingin ada evaluasi dulu karena begini, di dalam SK Gubernur terkait
               kenaikan UMK 2019 lalu, ada jelas-jelas kalimat 'pengawasan dan pengendalian
               upah minimum dilakukan gubernur Jawa Barat dan wali kota," kata Nugraha.

               "Pada rapat 4 November 2019, kami sampaikan itu ke pihak provinsi, tapi enggak
               bisa menyampaikan data. Dia tidak menyampaikan data, berarti tidak ada
               pengawasan," imbuhnya.

               Nugraha melanjutkan, berdasarkan survei internal Apindo, ada 3.000 lebih
               perusahaan di Kota Bekasi. Tahun ini, kata dia, hanya 30 persen perusahaan yang
               menerapkan UMK 2019 sebesar Rp 4,2 juta.

               "Berarti 70 persen itu pembiaran. Ini bisa berdampak para karyawan kita
               mendapatkan upah jauh dari UMK. Ini sesuatu yang enggak benar," ujar dia.

               Namun, "temuan" Apindo dibantah perwakilan buruh yang juga termasuk dalam
               anggota Dewan Pengupahan Kota Bekasi, Rudolf.

               "Itu hasil internal mereka. Itu hanya dugaan-dugaan di internal Apindo. Tidak ada
               sumber-sumber yang bisa dipertanggungjawabkan (seperti) dari pemerintah terkait
               minoritas atau mayoritas menjalankan UMK 2019," ujar Rudolf, Kamis malam.

               "Jadi, sumber data yang bisa dipertanggungjawabkan itu tidak ada (selain hasil
               internal Apindo)," imbuhnya.

               Mencla-mencle

               Pernyataan perwakilan Apindo Kota Bekasi, Nugraha atas temuan lembaganya
               kerapkali inkonsisten di hadapan wartawan.


               Seperti yang telah dijabarkan sebelumnya, Nugraha menganggap bahwa pemerintah
               melakukan pembiaran terhadap 70 persen perusahaan yang tak patuh menerapkan
               UMK 2019.

               Pembiaran itu menurutnya menyebabkan banyak karyawan diupah di bawah UMK,
               sehingga memburuk kesejahteraannya.


               Jika itu masalahnya, mengapa Apindo malah menolak kenaikan UMK di tahun 2020
               untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan, alih-alih melakukan audit internal
               agar semua perusahaan patuh?




                                                      Page 194 of 211.
   190   191   192   193   194   195   196   197   198   199   200