Page 197 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2019
P. 197

Title          BURUH RESAH UMK RP4,2 JUTA JADI RP1,6 JUTA, APA MASALAHNYA?
               Media Name     cnbcindonesia.com
               Pub. Date      15 November 2019
                              https://www.cnbcindonesia.com/news/20191115134415-4-115590/buruh-resah -umk-
               Page/URL
                              rp42-juta-jadi-rp16-juta-apa-masalahnya
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative

               BURUH RESAH UMK RP4,2 JUTA JADI RP1,6 JUTA, APA MASALAHNYA?

               Jakarta, - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak wacana menteri
               ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah yang akan meninjau skema pengupahan
               terhadap buruh di kabupaten/kota. Bila ini terjadi maka Upah Minimum
               Kabupaten/Kota (UMK) bakal dihapus dan hanya mengacu pada Upah Minimum
               Provinsi (UMP).Hal ini akan merugikan kalangan buruh terutama bagi kabupaten
               atau kota yang selama ini punya UMK jauh di atas UMP.


               Beberapa UMK yang jauh di atas UMP antara lain Karawang Karawang dan
               Kabupaten/Kota Bekasi.UMP 2019 Jawa Barat sebesar Rp 1,668,372, sementara itu
               UMK 2019 Jawa Barat yang tertinggi ada di Kabupaten Karawang, yakni Rp
               4.234.010. Sedangkan yang terendah terdapat di Kabupaten Pangandaran, sebesar
               Rp 1.714.673.

                  "Jika UMK ditiadakan, maka buruh di Karawang yang selama ini upahnya 4,2 juta
               hanya mendapatkan upah 1,6 juta," kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam
               keterangan resminya, Kamis (14/11).

               Menanggapi soal wacana 'penghapusan' UMK, pihak Kementerian Ketenagakerjaan
               (Kemenaker) menegaskan bahwa penghapusan upah minimum kabupaten (UMK)
               dan upah sektoral (UMSK) masih bersifat kajian. Arahnya ke depan pemerintah akan
               menjadikan Upah Minimum Provinsi (UMP) jadi acuan tunggal upah minimum.

               "Sebenarnya belum, ini terkait perintah pak presiden terkait omnibus lawa, salah
               satu kemungkinan akan ada UMP saja, tapi belum, sama sekali, saat ini masih
               dikaji," kata Direktur Pengupahan Kementerian Tenaga Kerja, Dinar Titus
               Jogaswitani kepada Kamis (14/11).


               Bila mengacu apa yang disampaikan oleh Titus, soal penyederhanaan pengupahan
               terkait omnibus law, maka harus ada revisi UU No 13 tahun 2003 tentang
               ketenagakerjaan karena UMK secara jelas diatur UU. Pada pasal Pasal 89 UU No 13
               tahun 2003 diatur bahwa upah minimum terdiri dari:

               a. Upah minimum berdasarkan wilayah provinsi atau kabupaten/kota;


               b. Upah minimum berdasarkan sektor pada wilayah provinsi atau kabupaten/kota.

                Titus bilang saat ini sistem pengupahan sedang disusun oleh dewan pengupahan
               nasional. Namun, saat ini yang berlaku tetap mengacu pada PP No 78 tahun 2015
               tentang pengupahan, yang menegaskan bahwa UMP bersifat wajib, dan UMK tak
               wajib ditetapkan oleh gubernur. Saat ini, pemerintah juga sedang melakukan kajian





                                                      Page 196 of 211.
   192   193   194   195   196   197   198   199   200   201   202