Page 18 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 JULI 2020
P. 18
Judul Sistem Jaminan Mesti Terintegrasi
Nama Media Kompas
Newstrend Sistem Jaminan Sosial
Halaman/URL Pg10
Jurnalis cas
Tanggal 2020-07-02 05:04:00
Ukuran 168x154mmk
Warna Hitam/Putih
AD Value Rp 83.160.000
News Value Rp 249.480.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Hariyadi B. Sukamdani (Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)) Dewas
Menyapa Indonesia
positive - Hariyadi B. Sukamdani (Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)) Intinya,
BPJS Ketenagakerjaan dapat mengalokasikan 30 persen dari JHT untuk program perumahan
positive - Hariyadi B. Sukamdani (Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)) Poinnya
adalah ketika bicara satu SJSN, situ sebetulnya sudah tercakup semua aturan mainnya, lalu
muncul Tapera, yang tadinya bertujuan memberikan fasilitas untuk MBR, tentu ini sesuatu hal
yang berbeda
neutral - Timboel Siregar (Koordinator Advokasi BPJS Watch) Jadi itu sebenarnya tanggung
jawab negara untuk menghadirkannya kepada seluruh rakyat
positive - Timboel Siregar (Koordinator Advokasi BPJS Watch) Menurut saya, Tapera bagus, tapi
tidak bisa menjawab hak konstitusional rakyat
positive - Ari Eko (Deputi Komisioner BP Tapera) Sumber dana Tapera dari tabungan peserta
dan juga sumber dana lain
Ringkasan
Sistem jaminan sosial nasional semestinya terintegrasi dan dirancang untuk sebesar-besarnya
kepentingan rakyat Indonesia. Hal itu perlu diwujudkan dengan cara yang efisien dan optimal
sehingga mampu menjangkau semua lapisan masyarakat.
"Sistem jaminan sosial harus menjadi satu kesatuan," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha
Indonesia (Apindo) Ha-riyadi B Sukamdani, dalam diskusi "Dewas Menyapa Indonesia" yang
digelar BPJamsos-tek secara daring, Rabu (1/7/2020). Acara itu mengusung dua isu utama,
yakni terkait penataan rumah rakyat serta relaksasi jaminan sosial tenaga kerja.
17

