Page 169 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 JANUARI 2020
P. 169

Hak tersebut antara lain: hak atas upah, jaminan sosial, pelindungan keselamatan
               dan kesehatan kerja, dan hak atas pengakhiran atau putusnya hubungan kerja.
               "Jadi tidak benar, habis kontrak nggak ada kompensasi bagi pekerja," kata Ida


               Menaker juga memastikan, pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
               tetap mendapatkan kompensasi PHK sesuai ketentuan. "Selain menerima
               kompensasi PHK, pekerja ter-PHK mendapat pelindungan jaminan sosial berupa
               Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)," jelas Menaker.

               Selain itu, Menaker menyebut bahwa sistem Upah Minimun (UM) tetap ada dalam
               omnibus law. Dimana UM hanya berlaku untuk pekerja dengan masa kerja kurang
               dari satu tahun. Perusahaan juga diwajibkan menerapkan Struktur dan Skala Upah
               untuk pekerja dengan masa kerja di atas 1 tahun.

               Adapun, besaran upah di atas UM disepakati antara pekerja dan pengusaha."UM
               tetap ada sebagai jaring pengaman dan tidak dapat ditangguhkan," terang Menaker.

               Menaker menambahkan, omnibus law juga akan membuat waktu kerja menjadi
               lebih fleksibel, dimana pekerja dan pengusaha diberikan keleluasaan dalam
               menyepakati waktu kerja. Hal ini untuk memfasilitasi jenis pekerjaan tertentu yang
               sistem waktu kerjanya di bawah 8 jam per hari atau 40 jam per minggu.

               "Ini untuk jenis pekerjaan tertentu. Bagaimana dengan pekerjaan yang ingin 8 jam
               per hari atau 40 jam per minggu? Tetap ada, hanya kami memfasilitasi fleksibilitas
               jam kerja," paparnya.

               Omnibus law juga mengatur tentang penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA), yang
               bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil dan profesional pada
               bidang tertentu yang belum dapat diisi oleh Tenaga Kerja Indonesia (TKI),
               mempercepat proses pembangunan nasional dengan jalan alih teknologi dan
               keahlian dari TKA ke TKI, dan memperluas kesempatan kerja bagi TKI.

               Penggunaan TKA tetap dibatasi hanya untuk jenis pekerjaan tertentu yang tidak
               dapat dilakukan oleh pekerja di dalam negeri. Pemerintah mengendalikan
               penggunaan TKA dengan memperhatikan jenis pekerjaan, jabatan, syarat
               kompetensi jabatan dalam hubungan kerja dan waktu tertentu dengan
               mempertimbangkan kondisi pasar kerja dalam negeri.

               Terkait isu yang beredar soal SP/SB tidak dilibatkan dalam dialog perumusan omnius
               law ini dan hanya dari pengusaha saja yang dilibatkan, Menaker Ida menegaskan
               hal itu mutlak tidak benar. "Tentu kami mendengarkan masukan dari unsur Tripartit
               Nasional yang terdiri dari unsur pekerja, pengusaha dan pemerintah," kata Menaker
               Ida.


               Ida menambahkan soal penguatan pelindungan sosial, nantinya dalam omnibus law
               ini kami akan merevisi soal SJSN (Sistem Jaminan Sosial Nasional) dan UU BPJS,
               yang nantinya akan diperbaharui guna menguatkan pelindungan sosial bagi tenaga
               kerja.




                                                      Page 168 of 175.
   164   165   166   167   168   169   170   171   172   173   174