Page 386 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2020
P. 386

Title          BURUH TERTEKAN DI TENGAH PANDEMI CORONA: TAK TERIMA PESANGON, TABUNGAN
                              HABIS
               Media Name     wartaekonomi.co.id
               Pub. Date      01 Mei 2020
               Page/URL       https://www.wartaekonomi.co.id/read283679/buruh-tertekan-di-tengah-pan demi-corona-
                              tak-terima-pesangon-tabungan-habis
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive












               Jumlah pekerja yang terimbas pemutusan hubungan kerja (PHK) karena wabah
               virus corona sudah mencapai lebih dari dua juta orang. Hari Buruh yang jatuh pada
               Jumat (1/5/2020) pun disambut dengan suram oleh para buruh yang kehilangan
               pekerjaan dan tidak dapat menyuarakan aspirasinya ke jalan karena adanya
               Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

               Mansyurruman kehilangan pekerjaannya di sebuah pabrik manufaktur mesin-mesin
               industri dan konstruksi di Sidoarjo, Jawa Timur. Pria berusia 38 tahun ini di-PHK
               oleh pabrik tempatnya bekerja selama 13 tahun awal April, dan sekarang ia dan
               rekan-rekannya sedang memperjuangkan hak untuk mendapat pesangon. Ia
               menghitung pesangon yang seharusnya didapatkannya sebesar lebih dari Rp107
               juta.

               "[Hari Buruh] tahun ini sangat jauh berbeda [dibanding tahun kemarin]. Masalahnya
               untuk tahun ini [acara yang digelar pada] 1 Mei agak berkurang. Dulu kan bisa
               tumpengan, menggelar acara tahlilan, sekarang tidak bisa, cuma bisa mengucapkan
               selamat May Day, karena keterbatasan PSBB," kata ayah tiga anak ini kepada BBC
               Indonesia (29/04).

               Ketika diberitahu bahwa ia di-PHK dari pabrik, pria yang akrab disapa Mansyur ini
               merasa "agak goyah" dan "campur aduk."

               "Agak goyah ya, maksudnya [saya] punya kebutuhan [membayar kredit] di bank,
               ada sepeda motor, bayar kontrakan, anak yang masih sekolah. Mau mudik [ke
               Jember] tidak bisa, [ada] PSBB, jadi mau tidak mau harus menetap di sini dulu
               sementara," katanya.

               "[Perasaan saya] campur aduk, pusing, kalau tidur itu gak bisa, pikirannya
               bercabang-cabang."

               Ia mengatakan tengah mencari pekerjaan lain namun hal tersebut sulit dilakukan di
               tengah keterbatasan pergerakan karena PSBB.

               "Saya untuk sementara masih fokus ini [mendapat uang pesangon]... bergabung



                                                      Page 385 of 695.
   381   382   383   384   385   386   387   388   389   390   391