Page 154 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 154

Tampak pula, sejumlah polisi sibuk mengatur lalu-lintas agar kemacetan dapat terurai agar laju
              kendaraan dapat kembali lancar.
              Dalam tuntutannya, buruh meminta agar pemerintah menaikkan standar upah minimum 2022
              sebesar 10 persen.

              Buruh bahkan mengancam akan melakukan mogok kerja besar-besaran jika tuntutannya tidak
              dipenuhi.

              "Jika tetap dipaksakan, kami akan mogok tanggal 6, 7, dan 8 (Desember)," tegas Sekretaris KSPI
              Jateng, Aulia Hakim di lokasi, Senin (29/11).

              Hakim menilai kenaikan upah saat ini belum cukup memenuhi kebutuhan mereka. Apalagi ada
              tambahan  keperluan  yang  harus  dibeli  untuk  bertahan  melawan  pandemi  COVID-19  "Kami
              meminta untuk dipertimbangkan kebutuhan pokok pada masa pandemi. Itu saja sebenarnya.
              Angka yang kami temukan harga handsanitizer, masker, vitamin, itu 10 persen," ujar dia.

              Menurut dia, penetapan upah berdasarkan PP 36 tahun 2021 tentang pengupahan merupakan
              sebuah kesalahan yang merugikan para buruh.

              "Putusan MK bahwa UU yang digunakan penetapan upah yakni PP 36 tahun 2021 melanggar UU
              1945," tegas dia lagi.

              Dalam orasinya, buruh juga meminta Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah untuk mundur
              dari  jabatannya. Mereka  meminta  Gubernur  Jawa  Tengah  Ganjar  Pranowo  untuk  turut  serta
              memperjuangkan nasib para buruh.

              "Kami  berharap  pak  Ganjar  gunakan  hati  nuraninya.  Buruh  sangat  rindu  dengan  seorang
              pimpinan negara yang pro Buruh. Tapi kalau pak Ganjar saat penerapannya tidak pro dengan
              kami, mungkin kami akan menyatakan sikap apakah pak Ganjar layak jadi presiden atau tidak.
              Ini harus jelas," kata Aulia.

              Usai melakukan aksi di depan kantor Disnakertrans Jateng, buruh bergeser ke depan kantor
              Gubernur Jawa Tengah.

































                                                           153
   149   150   151   152   153   154   155   156   157   158   159