Page 388 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 388

"Kami semua terima formulanya, kami semua terima angkanya, bila diterapkan di Jakarta maka
              buruh  di  Jakarta  hanya  mengalami  penaikan  Rp38.000.  Kami  melihat  angka  ini  amat  kecil
              dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Anies di hadapan massa buruh.

              Sementara itu, penaikan UMP pada tahun-tahun sebelumnya cenderung besar. Misal, penaikan
              UMP 2021 sebesar 3,2 persen. Padahal tahun 2021 sedang mengalami krisis.

              "Tahun sebelumnya di Jakarta itu penaikan UMP 8,2 persen, 8,7 persen, 8,0 persen, 8,5 persen.
              Tahun lalu memang ada krisis. Karena itu memang turun, masuk akal jadi 3.2. Tetapi tahun 2022
              hanya 0,85 persen pandangan kami, ini angka terlalu kecil untuk buruh di Jakarta," kata Anies.

              Diberitakan sebelumnya, KSPI DKI Jakarta dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSMPI)
              menggelar unjuk rasa besar dengan mengepung Gedung Balai Kota untuk mendesak Gubernur
              Anies Baswedan mencabut surat keputusan tentang penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP)
              DKI Jakarta tahun 2022 yang hanya naik Rp37.749.

              KSPI juga meminta Anies melakukan revisi UMP 2022 dengan kembali mengacu kepada Undang-
              Undang Nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan dan Peraturan Pemerintah Nomor 78/2015
              tentang Pengupahan.

              "KSPI akan memaksimalkan aksi massa sampai dengan gubernur memenuhi tuntutan mereka
              terkait  UMP  DKI  Jakarta  tahun  2022,"  kata Ketua  Perda  KSPI  DKI  Jakarta,  Winarso,  kepada
              wartawan, Minggu (28/11/2021).

              Menurutnya,  tuntutan  tersebut  merespons  terbitnya  putusan  Mahkamah  Konstitusi  yang
              menyatakan bahwa UU Nomor 11/2020 (UU Cipta Kerja) bertentangan dengan UUD 1945 dan
              tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat. Sehingga, pemerintah dengan
              DPR dituntut melakukan perbaikan sesuai dengan tenggat waktu sebagaimana yang ditentukan
              dalam putusan tersebut. Atas keputusan MK ini, seluruh gubernur dan bupati atau wali kota
              wajib mencabut SK perihal UMP 2022.




































                                                           387
   383   384   385   386   387   388   389   390   391   392   393