Page 387 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 387
Judul Temui Massa Buruh, Anies Akui UMP 2022 Naiknya Terlalu Kecil
Nama Media infoindonesia.id
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL https://www.infoindonesia.id/read/2021/11/29/10378/temui-massa-
buruh-anies-akui-ump-2022-naiknya-terlalu-kecil
Jurnalis Ryana Aryadita Umasugi
Tanggal 2021-11-29 14:20:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 7.500.000
News Value Rp 22.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
neutral - Anies Rasyid Baswedan (Gubernur Dki Jakarta) Kami semua terima formulanya, kami
semua terima angkanya, bila diterapkan di Jakarta maka buruh di Jakarta hanya mengalami
penaikan Rp38.000. Kami melihat angka ini amat kecil dibandingkan tahun sebelumnya
negative - Anies Rasyid Baswedan (Gubernur Dki Jakarta) Tahun sebelumnya di Jakarta itu
penaikan UMP 8,2 persen, 8,7 persen, 8,0 persen, 8,5 persen. Tahun lalu memang ada krisis.
Karena itu memang turun, masuk akal jadi 3.2. Tetapi tahun 2022 hanya 0,85 persen pandangan
kami, ini angka terlalu kecil untuk buruh di Jakarta
neutral - Winarso (Ketua Perda KSPI DKI Jakarta) KSPI akan memaksimalkan aksi massa sampai
dengan gubernur memenuhi tuntutan mereka terkait UMP DKI Jakarta tahun 2022
Ringkasan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menemui massa buruh yang berunjuk rasa di
depan Balai Kota, Senin (29/11/2021), menuntut adanya revisi Upah Minimum Provinsi (UMP)
2022. Massa buruh terlihat antusias menyambut kehadiran Anies yang mengenakan baju korpri,
mereka pun menyampaikan aspirasinya secara langsung.
TEMUI MASSA BURUH, ANIES AKUI UMP 2022 NAIKNYA TERLALU KECIL
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menemui massa buruh yang berunjuk
rasa di depan Balai Kota, Senin (29/11/2021), menuntut adanya revisi Upah Minimum Provinsi
(UMP) 2022.
Massa buruh terlihat antusias menyambut kehadiran Anies yang mengenakan baju korpri,
mereka pun menyampaikan aspirasinya secara langsung.
Menurut Anies, formula UMP yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun
2021 memang terlalu kecil karena hanya mengalami penaikan Rp38.000.
386

