Page 385 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 385
Judul Alasan Anies Akan Kaji Ulang Besaran UMP DKI Jakarta 2022
Nama Media tirto.id
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL https://tirto.id/alasan-anies-akan-kaji-ulang-besaran-ump-dki-jakarta-
2022-glMW
Jurnalis Riyan Setiawan
Tanggal 2021-11-29 14:24:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Kaji ulang besaran UMP DKI 2022 dilakukan karena ada ketidaksesuaian antara formula
penetapan UMP dari Kemenaker dengan kondisi di lapangan. Gubernur DKI, Anies Baswedan
tengah mengkaji ulang penghitungan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta 2022
sebesar Rp4.453.935. UMP Jakarta 2022 hanya naik sebesar 0,85% atau Rp37.749 saja.
ALASAN ANIES AKAN KAJI ULANG BESARAN UMP DKI JAKARTA 2022
Kaji ulang besaran UMP DKI 2022 dilakukan karena ada ketidaksesuaian antara formula
penetapan UMP dari Kemenaker dengan kondisi di lapangan.
Gubernur DKI, Anies Baswedan tengah mengkaji ulang penghitungan besaran Upah Minimum
Provinsi (UMP) Jakarta 2022 sebesar Rp4.453.935. UMP Jakarta 2022 hanya naik sebesar 0,85%
atau Rp37.749 saja.
Hal tersebut diutarakan oleh Anies melalui surat yang dilayangkan ke Menteri Tenaga Kerja
(Menaker) Ida Fauziyah, 22 November 2021.
"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan kaji ulang penghitungan UMP tahun 2022
dan pembahasan kembali dengan semua stakeholder untuk menyempurnakan dan merevisi
Keputusan Gubernur dimaksud agar prinsip keadilan bisa dirasakan," kata Anies melalui surat
tersebut yang dikutip Senin (29/11/2021).
Dia menjelaskan, keputusan tersebut dibuat karena melihat ada ketidaksesuaian dan tidak
terpenuhinya rasa keadilan antara formula penetapan UMP dari Kementerian Ketenagakerjaan
(Kemenaker) dengan kondisi senyatanya di lapangan.
Menurutnya, kenaikan yang hanya sebesar Rp38 ribu ini dirasa amat jauh dari layak dan tidak
memenuhi asas keadilan, mengingat peningkatan kebutuhan hidup pekerja/buruh terlihat dari
inflasi di DKI Jakarta yaitu sebesar 1,14%.
384

