Page 412 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 412

Judul               Selain Kantor Anies, Buruh Akan Geruduk Ridwan Kamil Minta UMP
                                    Dibatalkan Pasca-Putusan MK
                Nama Media          era.id
                Newstrend           Upah Minimum 2022
                Halaman/URL         https://era.id/nasional/81569/selain-kantor-anies-buruh-akan-geruduk-
                                    ridwan-kamil-minta-ump-dibatalkan-pasca-putusan-mk
                Jurnalis            Erric Permana
                Tanggal             2021-11-29 14:00:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 17.500.000
                News Value          Rp 52.500.000
                Kategori            Ditjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Negatif



              Ringkasan

              Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) Mirah Sumirat menaytakan akan
              menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota, kantor Gubernur DKI Jakarta pada Senin (29/11/2021)
              dan Gedung Sate, kantor Gubernur Jawa Barat pada Selasa (30/11/2021).



              SELAIN KANTOR ANIES, BURUH AKAN GERUDUK RIDWAN KAMIL MINTA UMP
              DIBATALKAN PASCA-PUTUSAN MK

              ERA.id  -  Presiden  Asosiasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (ASPEK  Indonesia)  Mirah  Sumirat
              menaytakan akan menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota, kantor Gubernur DKI Jakarta pada
              Senin (29/11/2021) dan Gedung Sate, kantor Gubernur Jawa Barat pada Selasa (30/11/2021).

              "Kami akan meminta Gubernur Anies Baswedan dan Gubernur Ridwan Kamil, untuk taat pada
              Putusan MK dengan cara membatalkan penetapan upah minimum di Provinsi DKI Jakarta dan
              Provinsi Jawa Barat, yang telah diterbitkan sebelum adanya Putusan MK," tegas Mirah Sumirat
              pada Senin (29/11/2021).

              Mirah  menegaskan,  Mahkamah  Konstitusi  tegas  menyatakan  untuk  menangguhkan  segala
              tindakan atau kebijakan yang bersifat strategis dan berdampak luas, serta tidak dibenarkan pula
              untuk menerbitkan peraturan pelaksana baru yang berkaitan dengan Undang-Undang Nomor 11
              Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

              "Artinya, penetapan  upah  minimum  tahun  2022  yang  menggunakan dasar  hukum  Peraturan
              Pemerintah No.36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, harus dibatalkan! Karena PP No. 36/2021
              adalah peraturan pelaksana baru yang berkaitan dengan UU Cipta Kerja, serta bersifat strategis
              dan berdampak luas, sebagaimana yang dinyatakan oleh Putusan MK," tambah dia.

              PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, menurut dia, telah berdampak langsung pada
              hilangnya jaminan kepastian pekerjaan, jaminan upah, dan jaminan sosial, yang sebelum adanya
              UU Cipta Kerja, telah diatur dalam UU Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

                                                           411
   407   408   409   410   411   412   413   414   415   416   417