Page 453 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 453

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah untuk
              meninjau ulang formula penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022. Permintaan Anies itu
              dituangkan dalam surat kepada Menaker pada 22 November 2021 terkait usulan peninjauan
              kembali formula penetapan UMP.

              "Kami mengusulkan dan mengharapkan kepada Ibu Menteri untuk dapat meninjau kembali,"
              tulis Anies melalui surat kepada Menaker yang salinannya diterima wartawan di Jakarta, Senin
              (29/11).

              Menurut dia, usulan peninjauan formula penetapan UMP itu agar dapat memenuhi asas keadilan
              dan  hubungan  industrial  yang  harmonis,  sehingga  kesejahteraan  pekerja  atau  buruh  dapat
              terwujud. Dalam surat itu, Anies menjelaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diharuskan untuk
              menerapkan penghitungan UMP sama persis atau sesuai dengan formula Peraturan Pemerintah
              Nomor 36 Tahun 2021yang dituangkan kembali menjadi Keputusan Gubernur Nomor 1395 tahun
              2021 tentang Upah Minimum Provinsi Tahun 2022. Kemudian, Pemprov DKI diharuskan untuk
              menetapkan/mengumumkan  sebelum  tanggal  21  November  2021.  Keputusan  Gubernur  itu,
              lanjut dia, dibuat semata-mata agar tidak melanggar ketentuan di atas.
              "Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melihat ada ketidaksesuaian dan tidak terpenuhinya
              rasa  keadilan  antara  formula  penetapan  UMP  dari  Kementerian  Ketenagakerjaan  Republik
              Indonesia dengan kondisi senyatanya di lapangan," katanya.

              Dalam kurun waktu enam tahun terakhir rata-rata kenaikan UMP DKI Jakarta adalah sebesar 8,6
              persen yakni pada 2016 sebesar 14,8 persen, kemudian pada 2017 sebesar 8,2 persen, 2018
              sebesar 8,7 persen, 2019 sebesar 8 persen, 2020 mencapai 8,5 persen dan 2021 sebesar 3,2
              persen.  Anies  menilai.  terdapat  dinamika  pertumbuhan  ekonomi  yang  tidak  semua  sektor
              lapangan usaha pada masa pandemi COVID-19 mengalami penurunan. Sebagian sektor bahkan
              mengalami  peningkatan  misalnya  sektor  transportasi  dan  pergudangan,  informasi  dan
              komunikasi,  jasa  keuangan,  jasa  kesehatan  dan  kegiatan  sosial  berdasarkan  data  BPS  DKI
              Jakarta Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2021.

              Sedangkan, lanjut Mantan Menteri Pendidikan ini, Provinsi DKI Jakarta merupakan satu-satunya
              provinsi  yang  tidak  memiliki  Upah  Minimum  Kabupaten/Kota  (UMK),  sehingga  UMP  menjadi
              ketetapan final yang berlaku di semua wilayah kota/kabupaten.

              "Sementara  belum  ada formula  penetapan  UMP  yang  baru,  Pemerintah  Provinsi  DKI  Jakarta
              sedang melakukan kaji ulang penghitungan UMP 2022 dan pembahasan kembali dengan semua
              'stakeholder' untuk menyempurnakan dan merevisi Keputusan Gubernur dimaksud agar prinsip
              keadilan bisa dirasakan," tulis Anies. (*).

























                                                           452
   448   449   450   451   452   453   454   455   456   457   458