Page 455 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 455

"Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melihat ada ketidaksesuaian dan tidak terpenuhinya
              rasa  keadilan  antara  formula  penetapan  UMP  dari  Kementerian  Ketenagakerjaan  Republik
              Indonesia dengan kondisi senyatanya di lapangan," katanya.

              Berdasarkan formula dari Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021, kenaikan UMP di DKI
              Tahun 2022 hanya sebesar Rp37.749 atau 0,85 persen menjadi Rp4.453.935 per bulan.

              Kenaikan yang hanya sebesar Rp38.000 itu dirasa amat jauh dari layak dan tidak memenuhi asas
              keadilan, mengingat peningkatan kebutuhan hidup pekerja atau buruh terlihat dari inflasi di DKI,
              yaitu sebesar 1,14 persen.

              Diketahui, dalam kurun waktu enam tahun terakhir rata-rata kenaikan UMP DKI Jakarta sebesar
              8,6 persen yakni pada 2016 sebesar 14,8 persen, kemudian pada 2017 sebesar 8,2 persen, 2018
              sebesar 8,7 persen, 2019 sebesar 8 persen, 2020 mencapai 8,5 persen dan 2021 sebesar 3,2
              persen.

              Selain itu, kata dia terdapat dinamika pertumbuhan ekonomi yang tidak semua sektor lapangan
              usaha pada masa pandemi Covid-19 mengalami penurunan.

              Menurutnya, sebagian sektor bahkan mengalami peningkatan misalnya sektor transportasi dan
              pergudangan,  informasi  dan  komunikasi,  jasa  keuangan,  jasa  kesehatan  dan  kegiatan  sosial
              berdasarkan data BPS DKI Jakarta Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2021.

              Sedangkan Provinsi DKI, lanjut dia merupakan satu-satunya provinsi yang tidak memiliki Upah
              Minimum  Kabupaten/Kota  sehingga  Upah  Minimum  Provinsi  menjadi  ketetapan  final  yang
              berlaku di semua wilayah kota/kabupaten.

              "Sementara  belum  ada formula  penetapan  UMP  yang  baru,  Pemerintah  Provinsi  DKI  Jakarta
              sedang melakukan kaji ulang penghitungan UMP 2022 dan pembahasan kembali dengan semua
              'stakeholder' untuk menyempurnakan dan merevisi Keputusan Gubernur dimaksud agar prinsip
              keadilan bisa dirasakan," tulis Anies. Editor : Kurnia Illahi.





































                                                           454
   450   451   452   453   454   455   456   457   458   459   460