Page 540 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 540
Menaker sendiri menyebutkan bahwa upah efektif haruslah berdasarkan produktivitas dan bukan
hanya berdasarkan UM. Namun masih banyak perusahaan yang belum memiliki struktur standar
upah (SSU) yang jelas sesuai dengan ketentuan. Tanpa SSU, pekerja cenderung dibayar sebesar
UM meski masa kerjanya sudah lebih dari setahun.
Pekerja tidak akan termotivasi meningkatkan produktivitas jika mereka tahu persis upah yang
mereka terima akan sama tiap bulannya. Jika pekerja diminta untuk lebih produktif, sudahkan
para pengusaha menyediakan sarana dan kesempatan? Jika nantinya banyak pekerja yang
produktif, siapkah pengusaha memberi upah yang sesuai? Jangan-jangan, produktif atau tidak,
pengusaha memang hanya mampu memberi upah sesuai UM?
Secara hitung-hitungan sesuai rumus yang ditetapkan, UM di beberapa wilayah memang sudah
cukup tinggi. Di beberapa wilayah lainnya UM justru bisa sangat rendah. Kenaikan UM memang
ditetapkan berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi (PE) wilayah. Namun penetapan UM
(setting) menggunakan data dan indikator yang lebih banyak dan lebih rumit daripada itu.
Misalnya rata-rata konsumsi harian masyarakat. Rentang angka ini cukup besar secara nasional.
Maka tidak heran jika rentang UM nasional pun besar --kembali ke Indeks Kaitz yang tinggi.
Terlepas dari itu semua, isu pengupahan tidak bisa diselesaikan hanya dengan penyesuaian UM
saja. Para pengusaha perlu memeriksa kembali kepatuhan mereka terhadap peraturan UM
selama ini. Sudahkah menyediakan ruang diskusi upah yang cukup dengan para pekerja? Para
pekerja juga perlu paham posisinya di tempat kerja. Apakah termasuk kelompok yang berhak
mendapatkan UM? Atau malah seharusnya sudah layak diupah sesuai SSU?
Menaker perlu mengingat kembali fungsi dasar dari UM, yaitu untuk melindungi dua belah pihak
baik pekerja maupun pengusaha. Tidak perlu rasanya menekankan argumen yang berat sebelah
seakan-akan pengusaha akan tidak berkembang karena tingginya UM. Keduanya harus dilindungi
dan dijaga haknya, bukan diadu seakan kemajuan salah satunya bisa menarik mundur yang lain.
539

