Page 541 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 541

Judul               UMP 2022 Naik Sedikit, Nasib Buruh Makin Terjepit
                Nama Media          liputan6.com
                Newstrend           Upah Minimum 2022
                Halaman/URL         https://www.liputan6.com/bisnis/read/4723255/ump-2022-naik-sedikit-
                                    nasib-buruh-makin-terjepit
                Jurnalis            Liputan6.com
                Tanggal             2021-11-29 11:30:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 17.500.000
                News Value          Rp 52.500.000
                Kategori            Ditjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Negatif

              Narasumber

              negative  -  Bhima  Yudhistira  (Direktur  Center  of  Economic  and  Law  Studies  (CELIOS))  Bisa
              dikatakan tidak ada kenaikan upah (UMP) sama sekali. Buruh makin terjepit posisinya

              negative - Bhima Yudhistira (Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS)) Habislah
              tergerus inflasi pendapatan buruh yang rentan miskin

              neutral - Bhima Yudhistira (Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS)) Faktor nya
              mulai dari masalah biaya logistik mahal sampai korupsi. Lalu kenapa yang ditekan buruh?

              positive - Bhima Yudhistira (Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS)) Lihat janji
              kampanye Joe Biden kan menaikan upah buruh di AS menjadi 15 USD per jam. Kenapa? Biar
              ekonomi cepat berputar. Jadi Menaker ini logikanya masih logika zaman dulu



              Ringkasan

              Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah menetapkan kenaikan Upah
              Minimum Provinsi atau UMP 2022 rata-rata 1,09 persen di 2022. Kenaikan upah tersebut dinilai
              akan  membuat  buruh  semakin  terjepit,  sebab  tahun  depan  juga  ada  kenaikan  Pajak
              Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 1 persen menjadi 11 persen.



              UMP 2022 NAIK SEDIKIT, NASIB BURUH MAKIN TERJEPIT

              Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah menetapkan kenaikan Upah
              Minimum Provinsi atau UMP 2022 rata-rata 1,09 persen di 2022.

              Kenaikan upah tersebut dinilai akan membuat buruh semakin terjepit, sebab tahun depan juga
              ada kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 1 persen menjadi 11 persen.

              "Bisa dikatakan tidak ada kenaikan upah (UMP) sama sekali. Buruh makin terjepit posisinya,"
              kata  Direktur  Center  of  Economic  and  Law  Studies  (Celios)  Bhima  Yudhistira  kepada
              merdeka.com, Jakarta, Senin (29/11).

                                                           540
   536   537   538   539   540   541   542   543   544   545   546