Page 131 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 131

"Stimulus ekonomi dimaksudkan agar pelaku usaha tetap terus melanjutkan kegiatan usaha
              sehingga dapat menghindari adanya PHK terhadap para pekerjanya," kata Menaker Ida saat
              menjadi panelis forum virtual ILO kawasan Asia Pasifik, menurut keterangan resmi kementerian
              yang diterima di Jakarta, Kamis.

              Menaker  menjelaskan  dalam  menghadapi  pandemi,  pemerintah  Indonesia  sudah
              mengalokasikan dana penanganan sebesar Rp677 triliun termasuk di antaranya stimulus untuk
              menghadapi dampak COVID-19 terhadap perekonomian. Indonesia, kata dia, juga menyediakan
              program insentif pajak, relaksasi pembayaran pinjaman/kredit, dan dalam waktu dekat akan
              mengeluarkan  kebijakan  relaksasi  iuran  jaminan  sosial  ketenagakerjaan  untuk  meringankan
              sekitar 56 juta pekerja sektor formal.


              Menaker  juga  menegaskan  pemerintah  Indonesia  menyiapkan  jaring  pengaman  sosial  bagi
              pekerja sektor informal dengan memberikan bantuan sosial kepada 70,5 juta pekerja sektor
              tersebut  yang  masuk  dalam  kategori  prasejahtera  dan  rentan.  Dalam  sektor  tenaga  kerja,
              pemerintah memprioritaskan insentif pelatihan melalui program Kartu Prakerja untuk korban
              pemutusan  hubungan  kerja  (PHK). Pemerintah menargetkan  3,5-5,6  juta  penerima  manfaat
              insentif pelatihan pada tahun ini, dengan sejauh ini sudah terealisasi 680 ribu penerima manfaat
              didominasi korban PHK.

              "Mengingat pandemi, seluruh pelatihan dilakukan dengan metoda online. Dalam jangka waktu
              dekat akan diselenggarakan pelatihan keterampilan vokasi dengan metode blended (online dan
              offline) menyesuaikan kondisi penyebaran COVID-19 di suatu wilayah," kata Menaker Ida.

              Selain itu, kata dia, pemerintah memperbanyak program perluasan kesempatan kerja seperti
              padat karya tunai, padat karya produktif, terapan Teknologi Tepat Guna (TTG), Tenaga Kerja
              Mandiri (TKM), dan kewirausahaan untuk mendorong penyerapan tenaga kerja.

              Tidak lupa juga, kata Menaker, pemerintah akan memberikan perlindungan terhadap pekerja
              Indonesia  (PMI)  baik  yang  sudah  kembali  ke  Indonesia  maupun  yang  masih  berada  di  luar
              negeri.  Jelang  masa  normal  baru,  pemerintah  menyediakan  pedoman  bagi  perusahaan  dan
              pekerja untuk memberikan perlindungan kepada karyawan dan keberlangsungan usaha.




































                                                           130
   126   127   128   129   130   131   132   133   134   135   136