Page 10 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 10

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan kenaikan angka kemiskinan
              terjadi akibat dampak dari pandemi COV-ID-19. Menurutnya, hal yang sama juga berlaku bagi
              provinsi lainnya.

              "Dalam  konteks  ini  kami  sedang  berupaya  dalam  bagaimana  yang  paling  utama  adalah
              keselamatan masyarakat dulu dalam hal ini. Bagaimana penyebaran virus COVID-19 ini agar
              tidak menyebar luas di Banten," ujarnya.

              Mantan  anggota  DPR RI  itu  menjelaskan,  untuk  pemulihan  ekonomi  masyarakat  terdampak
              COVID-19,  pihaknya  terus  melakukan  koordinasi  dengan  pemerintah  pusat.  Salah  satunya
              adalah  dengan  memberikan  bantuan  sosial  (bansos)  meski  saat  ini  belum  sepenuhnya
              tersalurkan.

              "Dalam kaitan 8 daerah di Banten ini kita sedang berupaya maksimal untuk bagaimana tahap
              sekarang masyarakat bisa terbantu, terdorong penguatan ekonomi di masing-masing daerah,"
              paparnya juga.

              Dia juga mengungkapkan, salah satu penyebab bantuan sosial jaring pengaman sosial (JPS)
              belum sepenuhnya tersalurkan dikarenakan masalah pendataan. Untuk data calon penerima,
              Pemprov Banten menggunakan non data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

              "Kemarin juga kan ada keterlambatan data dari pemerintah kabupaten/kota. Setelah itu kita
              validasi,  siapkan  anggarannya  disesuaikan  dengan  kondisi  yang  ada  lalu  distribusikan,"
              paparnya.

              Ketua Karang Taruna Bantem itu mengakui, salah satu penyumlbang angka kemiskinan adalah
              adanya pengangguran. Kini situasinya diperparah dengan pandemi COVIID-19 sehingga ada
              gelombang pemutiusan hubungan kerja (PHK).

              "Ini juga berdampak pada kemiskinan, salah satunya nanti kita lihat (dulu, validasi datanya.
              Kinerja Disnakertrans akan kita evaluasi dengan koniteks keadaan sekarang. Kan bukan hanya
              Banten tapi seluruh semua daerah ((terdampak COVID-19, Red)," pungkassnya.

              Diberitakan sebelumnya, BPS Bainten merilis angka kemiskinan di Bainten periode Maret 202
              mencapai 5,92 persen. Jumlah itu meningkat dari perriode September 2019 yang mencapai
              /4,94 persen atau dari 641.420 jiwa memjadi 775-990 jiwa. Hal itu terjadi kairena melambatnya
              pertumbuhan  ekoraomi  hingga  inflasi  di  provinsi  yang  dipimpin  Gubernur  Wahidin  Halim
              tersebut (lib)

























                                                            9
   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15