Page 13 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 13

Padahal, dilihat menggunakan pendekatan kecerdasan majemuk, jika berkapasitas mumpuni,
              seorang yang ber- bakat seni bisa lebih terhormat dan maju secara ekonomi. Demikian pula,
              seorang yang memiliki kemampuan interpersonal yang baik lebih berpeluang menjadi direktur
              sebuah bank ketimbang mereka yang jago hitung.

              Terkait dengan kurikulum, tantangan terbesar menurut saya ialah konten yang membosankan
              dan ketinggalan zaman. Para murid tidak sungguh-sungguh dalam belajar bukan karena mereka
              secara  genetis  malas  atau  sebab-sebab  sosial.  Jika  saja  konten  pembelajaran  compelling:
              menarik, memicu, dan memacu rasa ingin tahu, serta membuat mereka merasa lebih berdaya
              dari waktu ke waktu, tak akan ada kebosanan. Mereka akan menjadi manusia pembelajar.

              Sementara itu, dalam proses pembelajaran, pendidikan vokasi tak bisa lagi diandaikan seperti
              Sekolah  Teknik  (ST)  atau  Sekolah  Teknik  Me-  nengah  (STM)  zaman  dulu.  Kepatuhan  dan
              ketaatan buta pada guru atau senior bukan penentu keberhasilan belajar, yang dahulu bahkan
              dibangun dengan cara-cara kekerasan.

              Resiliensi  dalam  belajar  harus  dibangun  dalam  suasana  yang  membahagiakan,  yakni  ketika
              murid-murid diposisikan sebagai manusia terhormat dan mereka difasilitasi untuk senantiasa
              mengalami  dan  menemukan  kebaruan  dalam  proses  belajar.  Dengan  cara  ini,  hemat  saya,
              lembaga-lembaga pendidikan vokasi akan link and match dengan program Rumah Vokasi yang
              baru saja diluncurkan Kemendikbud..





















































                                                           12
   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18