Page 19 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 19

Ringkasan

              Bermain  game  menjadi  pilihan  masyarakat  untuk  menghabiskan  waktu  luang.  Apalagi  saat
              pandemi COVID-19 seperti saat ini, dimana masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu di
              dalam rumah. Jika biasanya akhir pekan bisa jalan-jalan ke luar kota, kini banyak yang memilih
              stay di rumah. Untuk membunuh kebosanan, orang memilih mengunduh aneka game lewat
              aplikasi digital.



              JUMLAH PEMAIN TAK PERNAH SUSUT

              JAKARTA-Bermain game menjadi pilihan masyarakat untuk menghabiskan waktu luang. Apalagi
              saat pandemi COVID-19 seperti saat ini, dimana masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu
              di dalam rumah.

              Jika biasanya akhir pekan bisa jalan-jalan ke luar kota, kini banyak yang memilih stay di rumah.
              Untuk membunuh kebosanan, orang memilih mengunduh aneka game lewat aplikasi digital.


              Tak mengherankan, industri gaming di dunia terus bertumbuh. Bahkan di tengah wabah corona,
              industri ini tak pernah susut jumlah peminatnya.

              Di Asia Pasifik industri game tumbuh 7,6 persen per tahun. Ini juga dibarengi dengan e-sport
              global yang menjadikan game sebagai permainan kompetitif di tingkat profesional juga makin
              naik tiap tahunnya.

              Melihat hal itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong para
              pelaku ekonomi kreatif agar mengoptimalkan potensi industri gaming Indonesia di tengah masa
              pandemi.  Direktur  Industri  Kreatif,  Film,  Televisi  dan  Animasi  Kemenparekraf  Syaifullah
              menjelaskan,  industri  gaming  mengalami  perkembangan  yang  cukup  signifikan  di  tengah
              pandemi COVID-19.

              "Berbeda dengan industri, parekraf lain yang terdampak pandemi COVID-19, menurut data yang
              dikeluarkan oleh Asosiasi Game Indonesia (AGI), pertumbuhan pengembang game di Indonesia
              naik 10-20 persen di tengah pandemi. Hal itu terjadi, lantaran lonjakan penggunaan platform
              digital di kalangan masyarakat, khususnya para penggemar game," katanya, saat webinar Seri
              Ngobrol Parekraf dengan tema "Potensi Besar Industri Gaming di Indonesia", baru-baru ini.

              Dia menjelaskan, industri gaming di Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang dan
              bersaing dalam pasar internasional. Pada 2017, pengembang aplikasi dan game berkontribusi
              1,93 persen terhadap produk domestik bruto sektor ekonomi kreatif Indonesia atau sebesar
              Rpl9.U5,i miliar.

              "Sektor  ini  juga  dapat  menyerap  44.733  tenaga  kerja  pada  subsektor  aplikasi  dan  game
              developer  pada  tahun  yang  sama,"  tambahnya.  Syaifullah  memaparkan,  sebuah  data  dari
              Newzoo pada 2020 ini mobile e-sport dunia mengalami kenaikan penonton hingga 600 persen
              dari 2019 dan berkembang pesat di Asia Tenggara, India, dan Brasil.

              Ini juga diikuti dengan prediksi revenue dari industri e-sports pada 2020 yang meningkat 15,7
              persen dari tahun 2019 dan mencapai angka USDi,i miliar. Di sisi lain, dia juga mengatakan, e-
              sport juga bisa mendongkrak wisata negara.

              Seperti  yang  terjadi  di  Rotterdam,  Belanda  pada  sebuah  event  e-sport  League  of  Legends
              European Championship yang berkontribusi memberikan pemasukan sebanyak 2,4 juta Euro
              dalam waktu dua hari.


                                                           18
   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24