Page 290 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 290
"Apabila dilihat dari jumlah nelayan , didapatkan angka sebanyak 2,6 juta nelayan perikanan
tangkap pada tahun 2016. Juga ditemukan tren negatif, jumlah nelayan perikanan tangkap pada
periode 2012-2016," papar Ida dalam seminar daring, Kamis (16/7/2020).
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai fakta memprihatinkan tersebut
menunjukkan semakin berkurangnya minat masyarakat untuk bekerja sebagai nelayan
perikanan tangkap. Pada akhirnya, kondisi itu mengurangi potensi sumber daya manusia yang
bisa dimanfaatkan untuk memajukan sektor perikanan tangkap.
Salah satu pemicu rendahnya minta untuk menjadi nelayan, lanjut Ida, karena rendahnya
kesejahteraan pekerja di bidang tersebut. Data menunjukkan bahwa mayoritas klaster
perikanan nelayan berada pada status miskin. Bahkan, jumlah nelayan miskin berkontribusi
cukup signifikan pada angka kemiskinan secara nasional, mencapai sekitar 25 persen.
"Kalau ini dibiarkan, maka akan semakin menyurutklan minat generasi muda untuk menjadi
nelayan. Bahkan, saat ini banyak pemuda Indonesia yang lebih memilih sebagai anak buah kapal
(ABK) di kapal ikan asing demi mencari kesejahteraan yang lebih baik," imbuhnya.
Ia menambahkan, dari sisi ketenagakerjaan perlu dilakukan upaya agar profesi nelayan sebagai
pekerjaan yang layak dan menyejahterakan bagi pekerja. Terlebih lagi di masa pandemi Covid-
19 yang berimbas pada sektor ketenagakerjaan.
Data pekerja yang terdampak Covid-19 yang dihimpun Kemenaker, baik pekerja formal maupun
informal mencapai lebih dari 3 juta orang. Sedangkan dari data yang sudah ditelusuri melalui
BPJS mencapai 1,7 juta orang yang terdampak terdata by name , by address .
(muh).
289

