Page 291 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 291
Judul Doni Monardo: Covid-19 Ibarat Malaikat Pencabut Nyawa
Nama Media merdeka.com
Newstrend Dampak Virus Corona
Halaman/URL https://www.merdeka.com/peristiwa/doni-monardo-covid-19-ibarat-
malaikat-pencabut-nyawa.html
Jurnalis Rifa Yusya Adilah
Tanggal 2020-07-17 13:04:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
neutral - Doni Monardo (Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19) Covid-19 bukan
rekayasa dan bukan konspirasi. Covid-19 menjadi mesin pembunuh, ibaratnya Covid-19 ini
adalah malaikat pencabut nyawa
negative - Doni Monardo (Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19) Ini (penurunan
kedisiplinan masyarakat) yang dapat menjadi ancaman peningkatan kasus
positive - Doni Monardo (Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19) Kita harus
memberikan narasi yang utuh tentang Covid-19
positive - Doni Monardo (Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19) Salah satu cara
untuk meningkatkan imunitas tubuh adalah makan makanan yang bergizi. Sedangkan cara
untuk mendapatkan makanan harus ada uang
negative - Doni Monardo (Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19) Pertengahan
April, 1,7 jiwa kehilangan pekerjaan baik formal maupun informal. Kalau ditotal kurang dari 3
juta orang, setelah pemerintah memutuskan untuk mengeluarkan Keppres tentang Kedaruratan
Kesehatan
neutral - Doni Monardo (Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19) Masyarakat
yang ingin mendapatkan kartu prakerja mencapai 12 juta jiwa. Berarti dapat dikatakan bahwa
ada sebanyak 12 juta jiwa yang kehilangan pekerjaan
Ringkasan
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo menegaskan, virus Corona
bukanlah suatu konspirasi atau rekayasa yang dibuat oleh pihak-pihak tertentu. Dia tidak ingin
ada lagi masyarakat yang menganggap virus mematikan ini merupakan rekayasa.
Menurutnya, pemahaman terkait konspirasi dan rekayasa sangat tidak bisa dibiarkan. Sebab
berdasarkan data global, lebih dari setengah juta jiwa telah menjadi korban.
290

