Page 295 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 295
Judul Bantah Data BPS, Kadindik Jatim: Lulusan SMK Sudah Terserap Pasar
Kerja
Nama Media harianbhirawa.co.id
Newstrend Tingkat Pengangguran Terbuka
Halaman/URL https://www.harianbhirawa.co.id/bantah-data-bps-kadindik-jatim-
lulusan-smk-sudah-terserap-pasar-kerja/
Jurnalis Danu Bhirawa
Tanggal 2020-07-17 11:45:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 7.500.000
News Value Rp 22.500.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Wahid Wahyudi (Kepala Dinas Pendidikan Jatim) Data BPS penangguran terbesar
lulusan SMK karena standart BPS mereka yang bekerja biasanya minimal 36 jam dalam
seminggu. Padahal kenyataannya mereka lulusan SMK banyak yang bekerja freelance
positive - Wahid Wahyudi (Kepala Dinas Pendidikan Jatim) Data BPS, lulusan SMK banyak yang
freelance dan lulusan SMK mereka rias dari rumah ke rumah, perawatan wajah freelance. Yang
punya keahlian service AC, mobil kulkas dan freelance. Padahal, jangan salah meski mereka
pekerja freelance gajinya cukup tinggi dianggap BPS tidak bekerja
positive - Tri Retno Isnaningsih (Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (Kabarenbang)
Kemnaker) TPT tertinggi adalah pada level SMK karena besarnya ada 8,49%. Ini juga suatu
permasalahan khusus di mana SMK ternyata malah menduduki peringkat yang paling tinggi
untuk TPT-nya di Indonesia
neutral - Dadang Hardiwan (Kepala Badan Pusat Statistika (BPS) Jatim) Dilihat dari tingkat
pendidikan yang ditamatkan, pada Februari 2020, TPT untuk SMK masih mendominasi di antara
tingkat pendidikan yang lain, yaitu 8,04 persen. Dibanding Februari 2019, TPT lulusan SMK
mengalami kenaikan 1,20 persen
Ringkasan
Wahid Wahyudi Surabaya, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi memastikan
sebagaian besar lulusan SMK di Jatim sudah terserap di pasar kerja. Ia mengatakan, tingginya
angka pengangguran lulusan SMK yang dicatat Badan Pusat Statistik (BPS) karena ada
perbedaan dalam standart pencatatan waktu bekerja.
294

