Page 299 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 299

RUU PPRT HARUS SEGERA DISAHKAN

              DISKRIMINASI dan stig-matisasi terhadap Pekerja Rumah Tangga (PRT) dalam bentuk apapun
              harus  segera  dihentikan.  Terutama  anggapan  bahwa  PRT  adalah  pekerjaan  yang  tidak
              memerlukan  keterampilan  dan  tidak  bernilai  ekonomis.  Sebab,  jaminan  perlindungan  dan
              kesejahteraan PRT tidak hanya penting bagi pekerja saja, tetapi juga bagi pemberi kerja.

              Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga dalam
              sambutannya dalam webinar 'Pentingnya Undang-Undang Perlindungan PRT untuk Perempuan
              Indonesia'menuturkan,keberadaan  PRT  sangatlah  penting  untuk  menunjang  dan  membantu
              urusan rumah tangga serta kebutuhan sehari-hari. "Oleh sebab itu. Rancangan Undang-Undang
              Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) harus segera disahkan guna memberikan
              perlindungan dan kesejahteraan bagi PRT," tegasnya.

              Diungkapkan  Menteri  Bintang,  sudah  menjadi  tugas  negara  untuk  dapat  memberikan
              perlindungan serta rasa aman dan nyaman bagi segenap warganya, termasuk juga bagi PRT.
              Apalagi RUU PPRT sudah masuk ke dalam RUU Prioritas pada tahun 2020 dalam masa bakti
              DPR  RI  periode  2019-2024.  Oleh  sebab  itu  bilangnya,  marilah  bersama-sama  mengawal
              terbentuknya aturan ini, demi memperoleh kesetaraan dan keadilan dalam pemenuhan hak bagi
              PRT. Selain itu, data-data juga menyebutkan mayoritas PRT berjenis kelamin perempuan. "Saya
              tentunya sangat mendukung pengesahan RUU PPRT ini agar tercipta aturan hukum yang jelas
              mengenai  hak  dan  kewajiban  dari  PRT  termasuk  juga  dengan  pemberi  kerja.  Hal  ini  untuk
              mengantisipasi  terjadinya  kekerasan,  eksploitasi,  dan  diskriminasi  terhadap  PRT,"  ungkap
              Menteri Bintang.

              Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKBRNAS) Badan Pusat Statistik pada Agustus
              2019, Pekerja rumah tangga (PRT) merupakan salah satu jenis pekerjaan dalam sektor informal.
              Di sektor informal sendiri, persentase pekerja perempuan memang lebih kecil dibanding laki-
              laki, dan hal ini merupakan hal yang umum terjadi secara global (ILO, 2018). Pekerja laki-laki
              pada kegiatan informal sebesar 58.03 persen, sementara perempuan 41,97 persen. Data Survei
              ILO dan Universitas Indonesia pada 2015 memperkirakan jumlah PRT di Indonesia sebanyak
              4,2 juta jiwa, dengan rasio 292 PRT perempuan untuk setiap 100 PRT laki-laki. Berdasarkan
              angka tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa jumlah PRT yang sebenarnya lebih besar
              dari data-data yang disajikan karena seringkali PRT dipekerjakan secara lisan sehingga luput
              dari pencatatan data.

              Sementara  itu,  dalam  kesempatan  yang  sama  Menteri  Ketenagakerjaan  RI,  Ida  Fauziyah
              mengungkapkan  pengesahan  RUU  PPRT  ini  bertujuan  men-ciptakan  hubungan  industrial
              kondusif tanpa diskriminasi antara PRT dan pemberi kerja.

              "Pekerja Rumah Tangga atau PRT adalah sosok yang selalu dekat dengan kita, dia yang selalu
              membantu pekerjaan rumah kita sehari-hari, dan dia juga yang berjasa untuk keluarga kita.
              PRT memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam perekonomian global melalui tingkat
              angkatan kerja nasional," bebernya.

              Setidaknya jumlah PRT saat ini diperkirakan lebih dari 4 juta jiwa dengan persentase 75 persen
              PRT merupakan perempuan.

              "Oleh sebab itu, hal yang tidak boleh terlewatkan dalam RUU PPRT ialah pentingnya perjanjian
              kerja antara PRT dan pemberi kerja guna memastikan hak dan kewajiban kedua belah pihak
              dan penegakan norma kerja," ungkap Menteri Ida.




                                                           298
   294   295   296   297   298   299   300   301   302   303   304