Page 298 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 298
Judul RUU PPRT harus Segera Disahkan
Nama Media Analisa Daily
Newstrend RUU PRT
Halaman/URL Pg15
Jurnalis del
Tanggal 2020-07-17 10:34:00
Ukuran 205x234mmk
Warna Warna
AD Value Rp 47.970.000
News Value Rp 239.850.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Bintang Puspayoga (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
(PPPA)) Oleh sebab itu. Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU
PPRT) harus segera disahkan guna memberikan perlindungan dan kesejahteraan bagi PRT
neutral - Bintang Puspayoga (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
(PPPA)) Saya tentunya sangat mendukung pengesahan RUU PPRT ini agar tercipta aturan
hukum yang jelas mengenai hak dan kewajiban dari PRT termasuk juga dengan pemberi kerja.
Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi terhadap PRT
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan RI) Pekerja Rumah Tangga atau PRT adalah
sosok yang selalu dekat dengan kita, dia yang selalu membantu pekerjaan rumah kita sehari-
hari, dan dia juga yang berjasa untuk keluarga kita. PRT memberikan kontribusi yang cukup
signifikan dalam perekonomian global melalui tingkat angkatan kerja nasional
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan (Menaker)) Oleh sebab itu, hal yang tidak
boleh terlewatkan dalam RUU PPRT ialah pentingnya perjanjian kerja antara PRT dan pemberi
kerja guna memastikan hak dan kewajiban kedua belah pihak dan penegakan norma kerja
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan (Menaker)) Oleh karena itu, saya ingin
mengajak kita semua, mari bersama kita dukung pengesaan RUU PPRT dan serukan stop
kekerasan terhadap pekerja rumah tangga mulai dari diri kita sendiri dan keluarga
Ringkasan
Badan Legislatif (Baleg) DPR akhirnya menetapkan draf Rancangan Undang-Undang (RUU)
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) diajukan ke rapat paripurna DPR pada akhir masa
sidang di pertengahan Juli 2020 untuk ditetapkan sebagai RUU inisiatif DPR.
Ini seperti angin segar bagi lima juta pembantu rumah tangga (PRT) di Indonesia yang
mayoritas adalah kaum perempuan setelah 16 tahun lamanya RUU tersebut mandek. Sejumlah
organisasi perempuan meminta Presiden Jokowi untuk menyambut baik RUU ini untuk dibahas
dan secepatnya disahkan.
297

