Page 292 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 292

DONI MONARDO: COVID-19 IBARAT MALAIKAT PENCABUT NYAWA

              Merdeka.com  -     Ketua  Gugus  Tugas  Percepatan  Penanganan  Covid-19,  Doni  Monardo
              menegaskan, virus Corona bukanlah suatu konspirasi atau rekayasa yang dibuat oleh pihak-
              pihak  tertentu.  Dia  tidak  ingin  ada  lagi  masyarakat  yang  menganggap  virus  mematikan  ini
              merupakan rekayasa.

              Menurutnya, pemahaman terkait konspirasi dan rekayasa sangat tidak bisa dibiarkan. Sebab
              berdasarkan data global, lebih dari setengah juta jiwa telah menjadi korban.

              "Covid-19 bukan rekayasa dan bukan konspirasi. Covid-19 menjadi mesin pembunuh, ibaratnya
              Covid-19 ini adalah malaikat pencabut nyawa," katanya saat rapat koordinasi bersama Gugus
              Tugas Provinsi Jawa Timur di  Surabaya  , Kamis (16/7).

              Doni mengungkapkan, pemahaman masyarakat yang masih menganggap Covid-19 merupakan
              konspirasi  dapat  mengurangi  tingkat  kepercayaan  publik  terhadap  pemerintah.  Akibatnya,
              tingkat kepedulian dan kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan menurun.
              Padahal pemerintah tengah berupaya keras untuk mengendalikan wabah virus Corona ini.

              "Ini (penurunan kedisiplinan masyarakat) yang dapat menjadi ancaman peningkatan kasus,"
              ujarnya  Oleh sebab itu, dia mengimbau, seluruh komponen pemangku kebijakan di semua
              daerah, khususnya di wilayah Provinsi Jawa Timur agar dapat memberikan narasi yang benar
              dan  utuh  tentang  Covid-19  kepada  masyarakat.  Jangan  sampai  ada  miskomunikasi  atau
              mispersepsi yang terjadi di masyarakat.

              "Kita harus memberikan narasi yang utuh tentang Covid-19," tegasnya.

              Doni menjelaskan, penularan Covid-19 dapat dicegah dengan cara meningkatkan daya tahan
              tubuh dan imunitas. Imunitas yang tinggi didapat dari asupan gizi yang baik dan seimbang.

              "Salah  satu  cara  untuk  meningkatkan  imunitas  tubuh  adalah  makan  makanan  yang  bergizi.
              Sedangkan cara untuk mendapatkan makanan harus ada uang," ujarnya.


              Doni  sadar  bila  Covid-19  ini  membuat  perekonomian  negara  ambruk.  Berdasarkan  data
              Kementerian  Ketenagakerjaan  di  bulan  April  2020,  Covid-19  telah  membuat  1,7  orang
              kehilangan  pekerjaan.  Hal  itu  tentunya  menjadi  permasalahan  yang  harus  dihadapi  dengan
              serius oleh Indonesia  "Pertengahan April, 1,7 jiwa kehilangan pekerjaan baik formal maupun
              informal.  Kalau  ditotal  kurang  dari  3  juta  orang,  setelah  pemerintah  memutuskan  untuk
              mengeluarkan Keppres tentang Kedaruratan Kesehatan," ujarnya.

              Walaupun data Kementerian Ketenagakerjaan menyebutkan 1,7 juta orang telah kehilangan
              pekerjaan  dampak  dari Covid-19,  namun  jumlah  pendaftar  kartu  prakerja  sebanyak  12  juta
              orang. Sehingga menurut Doni, sebenarnya ada 12 juta orang yang kehilangan pekerjaannya di
              saat pandemi Covid-19 ini.

              "Masyarakat  yang  ingin  mendapatkan  kartu  prakerja  mencapai  12  juta  jiwa.  Berarti  dapat
              dikatakan bahwa ada sebanyak 12 juta jiwa yang kehilangan pekerjaan," ungkapnya  Dampak
              dari pandemi Covid-19 begitu nyata. Covid-19 telah menambah permasalahan baru di Indonesia.
              Bukan hanya menyerang sektor kesehatan saja, namun juga ekonomi, yang mana akan sangat
              berdampak pula ke sektor-sektor lainnya.

              Doni merasa miris bila masih ada yang menganggap pandemi Covid-19 ini hanyalah rekayasa.
              Padahal dampaknya sangat terasa di berbagai sektor kehidupan. [fik].




                                                           291
   287   288   289   290   291   292   293   294   295   296   297