Page 14 - BULETIN 1139
P. 14

BULETIN
            BULETIN            Parlementaria

            Komisi IV Akan Evaluasi Sistem
    KOMISI IV • DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA  Distribusi Pupuk Bersubsidi










                      nggota Komisi IV
                      DPR RI Irmawan
                      memastikan, pihaknya
            A akan mengevaluasi
            keinginan para petani dan pedagang
            pupuk terkait pendistribusian pupuk
            bersubsidi. Dari informasi yang ia
            dapatkan, saat ini petani mengeluhkan
            pendistribusian pupuk bersubsidi
            tidak langsung diambil ke kios-kios
            pengecer. Petani menginginkan sistem
            penyaluran kembali ke pola lama, yaitu
            pupuk ditebus kelompok kios-kios
            pengecer, kemudian masyarakat (petani)
            yang membutuhkan mengambil ke
            kelompok tani tersebut. 
               Irmawan mengungkapkan hal itu saat
            mengikuti diskusi Tim Kunjungan Kerja
            Reses Komisi IV DPR RI dengan petani
            dan pedagang pupuk di Kios Saprodi
            dan Areal Pertanian, di Aceh, Senin
            (15/2). Turut hadir mendampingi, Dirjen
            Prasarana dan Sarana Kementerian
            Pertanian Sarwo Edy, Kepala Dinas
            Pertanian Pangan Provinsi Kota Banda
            Aceh, Kepala Dinas Pertanian Pangan   Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI menuju Kios Saprodi dan Areal Pertanian di Aceh. Foto: Runi/Man
            Kota Banda Aceh serta mitra kerja terkait. 
               Politisi Partai Kebangkitan Bangsa
            (PKB) itu memastikan, pihaknya akan   akhirnya harus beli non -subsidi dengan   tiada, anaknya ingin mengambil sudah
            mendorong Kementerian Pertanian   harga yang relatif mahal.  Kemudian   tidak bisa lagi karena yang terdaftar
            untuk merealisasikan keinginan petani   contoh lain, jika orang tuanya telah   orang tuanya. Menurut saya jika seperti
            ke distribusi pupuk bersubsidi dengan                           ini menjadi salah satu problem,” ungkap
            pola lama, bila nantinya seluruh daerah,                        Irmawan lebih lanjut. 
            tidak hanya di Aceh, menginginkan                                  “Kita akan cari format baru mana
            kembali ke pola lama tersebut. Di                               yang lebih baik, baru setelah itu
            harapkan, bila sudah terealisasi kembali   KITA AKAN CARI FORMAT   kita dorong Kementerian Pertanian
            ke pola lama, petani lebih mudah dalam   BARU MANA YANG LEBIH   untuk memperbaiki manajemen
            mendapatkan pupuk bersubsidi.    BAIK, BARU SETELAH             pendistribusian pupuk bersubsidi.
               “Tidak seperti sekarang dengan   ITU KITA DORONG             Dari hasil kunjungan hari ini akan kita
            pola sistem rencana definitif kebutuhan   KEMENTERIAN PERTANIAN   sampaikan apa yang kita dapatkan,
            kelompok (RDKK), banyak terjadi   UNTUK MEMPERBAIKI             fakta apa aja untuk menjadi evaluasi
            kendala dan masalah yang dihadapi.                              dalam rapat komisi. Hasilnya menjadi
            Contohnya, petani yang sudah    MANAJEMEN                       sebuah kebijakan dari Kementerian
            memiliki NIK saja  ada yang tidak bisa   PENDISTRIBUSIAN PUPUK   Pertanian sendiri,” tutup legislator dapil
            mendapatkan pupuk bersubsidi dan   BERSUBSIDI                   Aceh I tersebut.   rni/sf


            14   Nomor 1139/I/III/2021  •  Maret 2021                                                                                                                                                   Nomor 1139/I/IV/2021  •  Maret 2021  15
   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19