Page 26 - PANDUAN MEMBUAT PUPUK ORGANIK ALA KANG DEDI
P. 26

Kendala metode heap:

   1.   Banyak memerlukan tenaga kerja
   2.   Tidak terlindung dari terpaan hujan dan angin

   3.  Memerlukan lebih  banyak  air  sehingga  tidak  sesuai  untuk  daerah  yang  curah

      hujannya rendah.
   4.  Proses fermentasi berjalan secara aerob, sehingga proses pengomposan berjalan

      lebih  cepat,  tetapi  mendorong  kehilangan  bahan  organik  dan  nitrogen  lebih
      besar.

   4.  Teknik Bangalore
      Metode  ini  mempunyai  banyak  kelemahan.  Selama  proses  pengomposan

   berlangsung, maka bahan yang dikomposkan harus selalu berada dalam lubang atau

   bak pengomposan. Selama proses pengomposan tidak dilakukan penyiraman atau
   pembalikan.  Karena  timbunan  kompos  ditutup  dengan  tanah  atau  lumpur,  maka

   penyiraman  harus  cukup  banyak  sampai  proses  selesai.  Setelah  8-10  hari  proses
   berjalan  secara  aerob,  selanjutnya  proses  berjalan  secara  semi  aerob.  Proses  ini

   berjalan  secara  lambat  dan  sedikit  demi  sedikit  sehingga  diperlukan  waktu  6-8
   bulan,  sampai  kompos  siap  dipakai.  Proses  ini  tidak  terjadi  kehilangan  karbon

   maupun  nitrogen,  sehingga  kualitas  kompos  sangat  tergantung  pada  bahan  dasar

   yang digunakan.
      Metode  pengomposan  ini  dikembangkan  di  Bangalore  (  India)  oleh  Acharya

   (1939).  Bahan  yang  dikomposkan  terdiri  atas  campuran  tinja  dan  sampah  kota.

   Metode ini sangat sesuai untuk wilayah yang curah hujannya rendah.
      Diperlukan waktu antara 6-8 bulan untuk memperoleh kompos yang siap pakai.
   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31